AMBON, Spektrum.com – Memasuki usia ke-39 tahun, Politeknik Negeri Ambon (Polnam) meneguhkan kembali perannya sebagai perguruan tinggi vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.
Momentum Dies Natalis ke-39 Polnam mengusung tema “Bersinergi, Berinovasi, Berdampak dan Berdaya Saing”.
Tema tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan perjalanan institusi, tetapi juga menjadi ruang refleksi sekaligus penegasan arah pengembangan Polnam di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis.
Direktur Politeknik Negeri Ambon, Marceau Armstrong Filex Haurissa, S.T., M.En., mengatakan perjalanan Polnam hingga mencapai usia ke-39 tidak terlepas dari kontribusi berbagai pihak yang selama ini menjadi bagian penting dalam perkembangan institusi.
Menurut Marceau, para pendahulu, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, serta berbagai mitra telah memberikan kontribusi dalam membangun Polnam hingga saat ini.
Karena itu, ia berharap tema Dies Natalis ke-39 tidak berhenti sebagai slogan, tetapi dapat menjadi budaya yang melekat dalam pelaksanaan tugas seluruh keluarga besar Polnam.
“Keberhasilan Polnam jangan hanya diukur dari seberapa banyak kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari apa yang dihasilkan dan seberapa besar manfaatnya dirasakan mahasiswa, dunia usaha, pemerintah dan masyarakat,” ujar Marceau.
Ia menegaskan, sebagai institusi pendidikan vokasi, Polnam memiliki tanggung jawab untuk memastikan pendidikan yang diberikan memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan dunia kerja dan pembangunan.
Untuk mewujudkan hal tersebut, penguatan sumber daya manusia, mahasiswa, kompetensi vokasi, laboratorium, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat harus terus dilakukan.
Seluruh potensi tersebut, kata Marceau, perlu diarahkan untuk menghasilkan karya dan inovasi yang memberikan dampak nyata.
Ia juga berharap kolaborasi yang telah dibangun bersama pemerintah daerah, dunia usaha dan dunia industri serta berbagai mitra lainnya dapat terus diperkuat.
Menurutnya, kerja sama tidak cukup berhenti pada aspek administratif, tetapi harus berkembang menjadi kolaborasi yang menghasilkan program, inovasi, dan solusi konkret terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Jika sinergi kita kuat, inovasi akan tumbuh. Jika inovasi kita tepat, dampak akan dirasakan. Dan jika dampak kita nyata, daya saing Polnam akan semakin kuat,” tandasnya.

Hadapi Transformasi Teknologi
Memasuki usia ke-39, tantangan yang dihadapi Polnam juga semakin kompleks. Perkembangan teknologi, transformasi digital, kecerdasan buatan, otomatisasi, hingga perubahan kebutuhan dunia kerja menuntut perguruan tinggi vokasi untuk terus beradaptasi.
Dalam konteks tersebut, Polnam dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan serta memiliki kemampuan menciptakan solusi terhadap berbagai persoalan.
Kondisi itu sekaligus memperkuat posisi pendidikan vokasi sebagai bagian penting dalam menyiapkan tenaga kerja terampil dengan kompetensi yang sesuai perkembangan industri dan kebutuhan pembangunan.
Melalui penguatan pembelajaran, penelitian terapan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat, Polnam diharapkan semakin mampu mempertemukan kompetensi akademik dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat Maluku.
Wali Kota Dorong Riset dan Inovasi
Peran Polnam dalam pembangunan sumber daya manusia mendapat apresiasi dari Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, yang menghadiri Dies Natalis ke-39 Politeknik Negeri Ambon.
Bodewin menilai usia 39 tahun bukan sekadar angka dalam perjalanan sebuah lembaga pendidikan. Menurutnya, momentum tersebut penting dimanfaatkan untuk melihat kembali berbagai capaian yang telah diraih sekaligus merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan ke depan.
“Usia 39 tahun bukan sekadar memperingati usia, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan apa yang sudah dilakukan dan apa yang masih harus dilakukan ke depan,” ujar Bodewin.
Ia menempatkan Polnam sebagai salah satu institusi penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Maluku.
Sebagai perguruan tinggi vokasi pertama di Maluku, Polnam dinilai memiliki posisi strategis dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Bodewin juga mendorong Polnam untuk terus memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas pembelajaran, kompetensi lulusan, penelitian terapan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan sosial ekonomi yang berlangsung cepat mengharuskan perguruan tinggi terus melakukan pembaruan agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman.
“Pemerintah Kota Ambon memandang Politeknik Negeri Ambon sebagai mitra penting dalam pembangunan kota. Karena itu, kolaborasi harus terus diperluas untuk bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.
Salah satu persoalan yang disoroti Bodewin adalah pengelolaan sampah. Ia mendorong keterlibatan perguruan tinggi melalui riset dan inovasi sehingga persoalan tersebut dapat dicarikan solusi yang aplikatif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui momentum Dies Natalis ke-39, Polnam diharapkan tidak hanya menandai perjalanan panjang institusi, tetapi juga semakin memperkuat kontribusinya bagi pembangunan Maluku. Sinergi dengan pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, alumni, serta masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan pendidikan vokasi mampu menghasilkan inovasi yang berdampak dan lulusan yang berdaya saing. (*)

Tinggalkan Balasan