SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Pelatihan keterampilan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Ambon dinilai belum optimal jika lulusannya hanya dibekali sertifikat tanpa kepastian akses kerja maupun dukungan untuk membuka usaha.

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon didesak untuk menyiapkan langkah lanjutan agar keterampilan yang diperoleh peserta atau lulusan tidak berakhir tanpa hasil.

Anggota DPRD Kota Ambon, Christianto Laturiuw (Tito), meminta pemerintah tidak hanya berfokus pada jumlah peserta yang dilatih, tetapi juga memastikan keberlanjutan karier dan peluang kerja para alumni.

“Disini kita tidak pada memperhatikan jumlah peserta yang sudah dilatih. Tapi soal bagaimana kita memastikan pengembangan karier dan penempatan kerja para alumni secara berlanjut,” ujar Tito, Selasa (13/10/2026).

Menurutnya, lulusan BLK dengan kompetensi di bidang perbengkelan, tata boga hingga tata busana masih kerap berjuang sendiri setelah menyelesaikan pelatihan. Minimnya pendampingan dan program penempatan kerja membuat keterampilan yang dimiliki belum tentu bisa menjadi sumber penghasilan.

Dia mendorong pemerintah daerah membuka jaringan kerja sama dengan dunia usaha dan industri agar alumni BLK memiliki akses lebih luas terhadap lapangan kerja.

“Pemerintah harus membuka jaringan kerja sama dengan dunia usaha dan industri agar alumni BLK ini dapat terserap,” ucapnya.

Selain penempatan kerja, Tito meminta pemerintah mempertimbangkan realokasi anggaran untuk mendukung pendampingan dan akses permodalan bagi alumni yang ingin merintis usaha mandiri sesuai keterampilan mereka.

Menurutnya, program BLK harus disertai strategi pengembangan setelah pelatihan selesai. Tanpa dukungan tersebut, tujuan meningkatkan keterampilan dan perekonomian masyarakat sulit tercapai secara maksimal.

“Karena kalau sudah selesai melakukan kegiatan pelatihan dan tidak ada pengembangan usaha, itu berarti pemerintah belum secara utuh membantu warga masyarakat,” ujarnya. (RED)