Untuk itu, lanjut Haris, pihaknya akan memanggil direktur tiga perusahaan yang beroperasi disana guna membahas pengaman bantaran sungai.

“Minimal mereka menggunakan kawat bronjong yang diisi batu, agar saat hujan lebat, air tidak membawa pasir maupun batu masuk ke sungai,” kata Haris.

Menurutnya, kondisi ini harus cepat diatasi mengingat dasar sungai semakin tinggi.

“Apalagi, ada gorong-gorong yang sudah tertutup sendimen, akhirnya air tidak melalui jalurnya dan meluap. Ini harus cepat diatasi,” katanya tegas.

Mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku ini juga menjelaskan jika musim penghujan selalu saja permukaan air Wai Sakula naik.

“Informasi dari warga sekitar bahwa setiap air hujan deras, akan terjadi banjir, namun tidak separah saat ini,” kata Harris.

Namun Haris tak menampik jika banjir yang terjadi saat itu lantaran tingginya curah hujan.

Selain itu, ada kerusakan pada dinding cek dam yang dibangun Kementerian PUPR.

“Ada dinding Cek dam yang jebol, berdasarkan keterangan instruktur tambang, kerusakan ini telah terjadi sejak akhir tahun 2021,” kata Haris. (HS-16)