Untuk diketahui, Luapan air Sungai Wai Sakula, Selasa (26/07/2022) selain akibat hujan deras yang mengguyur Kota Ambon dan sekitarnya juga diduga lantaran aliran air masuk area penambangan lantaran tidak adanya pengaman tepi sungai.
Air menerjang material berupa batu pecah dan pasir milik perusahaan sehingga meningkatkan volume sendimen di dasar Sungai Wai Sakula.
Akibatnya, permukaan air meningkat dan air meluap hingga menutupi akses jalan Laha – Hatu.
Adanya andil pengusaha galian C di kawasan Sungai Wai Sakula Negeri Laha yang mengakibatkan meluapnya air sungai tersebut ditemukan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku.
Temuan ini diperoleh setelah Dinas ESDM mengutus Kepala Bidang Menerba, Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah, serta inspektur tambang disertai staf.
Kepala Dinas ESDM Maluku, Abdul Haris melalui sambungan teleponnya semalam membenarkan adanya andil pengusaha galian C.
“Untuk perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut, ternyata material pecahan batu halus ditimbun didekat sungai tanpa ada pengaman. Sehingga saat hujan deras, air melewati permukaan sungai dan tumpukan material ikut hanyut dan mengakibatkan endapan dasar sungai makin tinggi,” kata Abdul Haris kepada Spektrum melalui sambungan teleponnya, Kamis (28/07/2022).
