SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa memberikan apresiasi terhadap komitmen Pangdam XV Pattimura yang baru, Mayjen TNI Dody Tri Winarto untuk melakukan penertiban di Gunung Botak, Pulau Buru.

Kata Hendrik, Pemerintah Provinsi Maluku telah menertibkan kawasan tambang emas Gunung Botak dari penambang liar pada Desrmber 2025 lalu. Namun, sekarang tenda-tenda biru masih terlihat masih banyak.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku berterimakasih atas tekad Pangdam XV/Pattimura yang baru untuk menertibkan secara tegas di Gunung Botak.

“Harus ditertibkan. Siapa pun yang melawan, itu artinya melawan hukum, melawan kepentingan negara dan juga kepentingan daerah,”tegas Hendrik di acara Halal bi Halal DPP Hena Hetu, Rabu (15/4/2026).

Dia mengakui, kelemahan orang Maluku adalah punya sumberdaya alam yang luar biasa besar, tapi dikeruk secara ilegal tanpa memberikan manfaat kepada daerah. Karena selama itu dikelola secara ilegal, daerah tidak mendapatkan apa-apa, baik ilegal fishing, ilegal logging, maupun ilegal mining.

“Emang daerah dapat pajak apa dari pengelolaan ilegal?. Yang untung hanya orang yang terlibat dalam praktek-praktek ilegal tersebut. Karena itu harus ditertibkan,” ungkapnya.

Menurutnya, Maluku ini memiliki potensi limpahan kekayaan alam yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Kuasa, dan hal itu tidak bisa dibantah. Hanya saja tidak dikelola secara baik, tertanghungjawab, dan berkelanjutan.

“Tapi kekayaan itu baru berupa potensi saja. Dia bisa menjadi sesuatu yang merubah kesejahteraan rakyat dan membuat kemajuan daerah, kalau semua semua potensi itu dikelola secara baik, tertanggungjawab, terencana dan berkelanjutan,” tandasnya. (RED)