34.1 C
Ambon City
Rabu, 21 Februari 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Faradiba Efek

Moses Konoralma

Bisinis bank adalah suatu bisinis kepercayaan. Dalam rangka memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Perbankan. Kaitannya dengan itu kasus pembobolan dana nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) 46 oleh Faradiba Yusuf, penegak hukum punya andil dan kewenangan penuh untuk menanganinya hingga tuntas.

Efek Faradiba, hingga menyeret orang lain. Selain pihak internal BNI (KCP BNI di Maluku), ada dugaan pula oknum dari eksternal (luar BNI), ikut menikmati uang dari FY. Yang mencuat adalah mereka yang dikabarkan memiliki hubungan kedekatan dengan Faradiba Yusuf.

Semula kasus ini sudah dilaporkan beberapa bulan lalu, tetapi di Ditreskrimum Polda Maluku, malah tersendat alias tak berkembang. Kapolda Maluku irjen Pol Rouke Lumowa mendengarnya, kemudian memerintahkan dialihkan penanganannya ke Ditreskrimsus Polda Maluku. alhasil kini terbongkar.

Direskrimum Polda Maluku Kombes Pol. Antonius Wantri Yulianto pun dicopot, oleh Kapolda Maluku. Tapi hal ini sempat ditepis oleh Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Mohamad Roem Ohirat. Penegasan pencopotan terhadap Kombes Pol. Antonius Wantri Yulianto dilakukan Mabes Polri di Jakarta, tertanggal 21 Oktober 2019, Kombes Pol Antonius Wantri Yulianto, resmi dicopot dari jabatannya selaku, Direskrimum Polda Maluku.

Pencopotan tertuang pada Telegram Rahasia (TR) Kapolri nomor ST /2853/X/Kep/2019, tertanggal 21 Oktober 2019, yang ditandatangani Asisten SDM Kapolri, Irjen Pol Eko Indra Heri, atas Nama Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian. Pencopotan besangkutan untuk kepentingan pemeriksaan (riksa). Ini ada hubungannya dengan kasus BNI 46 Ambon.

Kombes Pol Antonius Wantri Yulianto kemudian diganti oleh Kombes Pol, Sih Harno, menjadi Direskrimum Polda Maluku (jabatn lama Kepala Bidang Keuangan Polda Maluku).

Berkaitan dengan pengusutan kasus pembobolan dana nasabah BNI 46 Ambon, efek Faradiba Yusuf itu, Ditreskrimsus Polda Maluku punya tantangan tersendiri. Sebab ada dugaan oknum lain diduga terlibat, selain pihak internal BNI.

Kejahatan dalam dunia perbankan dewasa ini sangat rentan. Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 atau Undang-undang Perbankan, ada 13 jenis tindak pidana perbankan telah mengklasifikasikan jenis-jenis kejahatan perbankan.

Penggelapan yang dilakukan Faradiba Yusuf juga diduga melibatkan orang dalam. Dimana saat ini beberapa pimpinan KCP BNI di daerah sudah terseret. Modus operandinya, oknum diduga membuka tabungan untuk menampung uang nasabah ke rekening lain (bukan milik nasabah), deposito termasuk cek.

Uang ini kemudian dimanfaatkan untuk kembangkan usaha, dan diduga juga dipakai oleh FY untuk memebrikan ke teman-teman dekatnya.

FY leluasa membobol dana nasabah, akibat lengahnya pengawasan internal. Apapun bentuk kejahatan perbankan itu, apalagi sekelas penggelapan dana nasabah yang dilakoni FY, hal ini sangat merugikan nasabah, dan pihak BNI sendiri.

Untuk itu, dalam penanganan perkara TPPU ini, sejatinya dapat disingkap secara terang benderang. Jika ada pihak lain (eksternal) yang terlibat, maka penyidik jangan sungkan untuk menyentuh mereka. Prinisipnya adalah penegakan supremasi hukum. (*)

Berita Terkait

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles