SPEKTRUMONLINE. COM, MASOHI – Sekretaris Negeri Administratif Olong, Haipan Tomagola, angkat bicara terkait unggahan akun Facebook bernama BIbrahim Lesi Letahiit pada Selasa, 2 Desember pukul 14.02 WIT. Unggahan tersebut dituding berisi informasi bohong (hoax) dan pencemaran nama baik yang menyeret dirinya dalam isu pemeriksaan kejaksaan.
Haipan menyatakan dirinya dan keluarga sangat dirugikan atas beredarnya postingan tersebut. Unggahan itu bahkan memicu keresahan warga hingga sebagian masyarakat mendatangi kediamannya untuk meminta agar proses hukum ditempuh terhadap si pemilik akun
“Saya merasa dirugikan secara pribadi dan atas nama keluarga besar. Unggahan itu berisi firnah serta sarat kebohongan dan mencemarkan nama baik saya. Masyarakat pun resah dan datang ke rumah saya meminta pemilik akun bertanggung jawab,” tegas Haipan kepada wartawan di Masohi 3/12/25
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kaitan dengan kasus pemeriksaan yang sedang berjalan di Kejaksaan terkait pengelolaan anggaran desa.
Haipan mengakui bahwa ia memang turut diperiksa sebagai bagian dari laporan masyarakat, namun pemeriksaan tersebut berkaitan dengan anggaran Dana Desa tahun 2024, bukan sebagaimana dituduhkan dalam unggahan media sosial itu.
Haipan kemudian membeberkan fakta saat serah terima jabatan pada Juli 2024. Menurutnya, saat itu hanya dilakukan serah terima antara bendahara lama dan bendahara baru, sementara administrasi lain tidak diselesaikan sesuai prosedur.
Ia mengaku menemukan sejumlah ketidaksesuaian terkait anggaran, di antaranya:
– Tidak adanya dana operasional administrasi desa selama 6 bulan
– Tidak adanya dana SPPD kabupaten dan kecamatan
– Tidak adanya anggaran makan-minum kantor
– Tidak adanya dana operasional BPD
– Seluruh anggaran 2024 tercatat telah dicairkan namun tidak diserahkan kepada pemerintah negeri yang baru
Haipan mengatakan dirinya memilih diam demi menjaga stabilitas desa pada waktu itu.
“Kalau saya sakit hati atau mau melapor, pasti saya sudah laporkan hal-hal tersebut. Tapi saya memilih diam demi keseimbangan negeri Olong,” ujar mantan Ketua DPC Partai Golkar Seram Utara itu.
Haipan menegaskan bahwa laporan masyarakat ke kejaksaan yang sedang berjalan saat ini terkait penyalahgunaan anggaran tahun 2020–2023, bukan terkait dirinya sebagaimana dituduhkan akun Facebook tersebut.
Haipan pun meminta akun BIbrahim Lesi Letahiit untuk bertanggung jawab sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di tengah masyarakat.
Meski mengaku sering difitnah, Haipan menegaskan dirinya tetap memilih bersabar dan profesional sebagai seorang pejabat publik.
Ia juga memastikan dirinya akan mengambil langkah hukum agar persoalan ini dapat diselesaikan sesuai aturan.
“Menjadi pemimpin harus kuat dan tegar. Kita harus kebal kritik untuk membangun negeri menjadi lebih baik, tapi bukan berarti dibiarkan ketika nama baik saya difitnah. Salam Hapuama,” tutup Haipan. ( S 10 )

