AMBON, SPEKTRUM – PT. Panca Karya meraih opini BPK Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama dua tahun berturut-turut, yakni 2020 dan 2021.
“Kami telah diaudit BPK tahun 2020 dan 2021 serta meraih opini WTP,” kata Plt. Direktur Utama PT Panca Karya, Rusdy Ambon kepada wartawan di ruang rapat PT Panca Karya, Christiani Center, Ambon, Selasa (14/06/2022).
Keberhasilan meraih WTP oleh perusahaan milik daerah tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur Maluku, Murad Ismail.
“Hal itu sudah dilaporkan ke Gubernur Maluku melalui Sekretaris Daerah, dan Kepala Keuangan yang tembusannya ke Biro Ekonomi sebagai pengawas bermitra dari pemerintah daerah dalam mengawasi perusahaan daerah BUMD,” kata Rusdy.
Rusdy menjelaskan, di tahun 2022, PT. Panca Karya meraih kontrak subsidi penyeberangan perintis senilai Rp 14.494 186.000.
Kontrak awal sebelum addendum yakni Rp 22.192.343.000 melayani 32 lintasan. “Setelah mengalami perubahan, hanya 14 lintasan perintis di wilayah timur dengan 4 unit kapal,” kata Rusdy.
Menurutnya, saat ini terjadi penyesuaian adendum sebesar Rp 7,6 miliar akibat kondisi keuangan negara.
“Alokasi subsidi ini untuk BBM, gaji pegawai, ATK dan lain-lainnya,” katanya
Menurutnya, pengelolaan subsisi penyeberangan perintis yang dikelola PT Panca Karya masing-masing,
KMP Badaleon melayani rute Namlea-Teluk Bara –Sanana sesuai kontrak dari awal 70 trip setelah direvisinya menjadi 40 trip, sesuai addendum kontrak awal 01/kontrak /SDP/PP/PPTD//23/2022 anggaran awal Rp 5,1 Miliar dengan kontrak 01A/PP/PPTD/23/2022 sekarang tinggal Rp 3,097.067.000, dengan waktu kerja setelah direvisi 1 Januari -31 Agustus 2022 padahal sebelumnya Januari sampai Desember 2022,” terangnya.
Selanjutnya untuk KMP Tatihu rute lintasan yang harus dilalui yakni : Wahai -Waigama-Sorong dari rencana awal itu 60 trip sekarang jadi 20 trip yang tadinya 1 Januari sampai 31 Desember 2022 sekarang hanya sampai 1 Januari- 30 April 2022. Saat ini kapal tersebut berlabuh di dermaga Waai.
KMP Tanjung Sole dengan rute Ambon-Waisala-Buano-Manipa – Namlea yang tadinya 80 trip sekarang tinggal 40 trip yaitu dari Rp 5.445.344.000 menjadi Rp 3.752.800.000 dan operasinya 1 januari-31 Agustus 2022 dan sekarang dalam proses masuk doking tahunan.
KMP Lori Ama pada lintasan Ambon-Air nanang-Geser- Gorom -Kesui-Teon-Tual awalnya dari 32 lintasan sekarang menjadi 14 makanya dalam proses seminggu satu kali menjadi satu kali sebulan dan dimulai 1 januari-31 Agustus 2022. (MG-16)
