Hanubun mengaku, warga yang terluka yang kemudian dilarikan ke rumah sakit, semua biaya pengobatannya ditanggung oleh Pemerintah Malra.

Dirinya juga mengintruksikan kepada petugas kesehatan di rumah sakit atau Puskesmas di Malra agar pelayanan ke korban konflik dilakukan secara baik.

“Prinsipnya, jika kita serius menangani, tentu masalah akan tuntas dengan cepat,” tandasnya

Disisi lain, Hanubun juga mengapresiasi kinerja TNI/Polri baik di Malra maupun Tual. Dua instansi penegak hukum ini yang punya andil besar dalam menyudahi persoalan konflik sosial antar warga.

“Meskipun dengan jumlah personil yang terbatas, tapi TNI/ Polri mampu untuk menyikapi masalah ini dengan maksimal. Saya mengapresiasi itu,” tukasnya.

Kepada wartawan, Hanubun mengaku penyelesaian konflik didaerahnya diakui terinspirasi dari lagu Rohani Kristen yang berjudul ‘Hidup Ini Adalah Kesempatan’ yang bermakna sangat dalam dan universal.
“Inti lagu itu yakni jangan kita sia-siakan hidup ini, tapi harus memberi dampak, bermakna. Kalau kita maksimalkan hidup ini untuk orang lain, rakyat kita maka semua jadi berkat bagi kita. Dan itu yang saya lakukan dengan penuh kasih,” ujarnya.

Ditambahkan, semua yang dilakukan bukan karena tekanan atau diteriaki orang, dimarahi. Hal itu tidak perlu baginya. Karena yang penting hanya Tagal cinta dan sayang kepada masyarakat Kei agar tetap aman dan damai. (HS-16)