SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Johan F. Norimana mengungkapkan, kasus HIV Tahun 2025 tercatat sebanyak 274.

Sedangkan untuk tahun berjalan saat ini, pihaknya masih terus melakukan pendataan sekaligus melakukan upaya pencegahan melalui program skrining.

“Pencegahan HIV tidak hanya melalui pengobatan, namun juga melalui penerapan pola hidup sehat dan teratur sesuai norma,” kata Norimana, Rabu (11/2/2026).

Menururnya, HIV tidak hanya beresiko pada satu komunitas tertentu saja, tapi bisa juga menyerang siapa saja. Semua orang itu rentan terhadap risiko penularan HIV, baik pada pengguna jarum suntik, individu melalui hubungan seksual dengan berganti pasangan, maupun kelompok masyarakat lainnya. Jadi kalau ada stigma terhadap satu komunitas itu tidak adil.

“Kalau mau jujur, penularan HIV ini tidal hanya dari satu komunitas tertentu. Semua orang punya risiko yang sama,” ujarnya.

Sebagai upaya pencegaan penularan HIV, Norimana mengajak seluruh masyarakat Kota Ambon untuk menerapkan pola hidup sehat dan teratur.

Dia menyebut, uaya penemuan kasus HIV menjadi tanggungjawab bersama, bukan cuma dinas kesehatan. Sehingga proses skrining yang dilakukan oleh dinas kesehatan itu juga melibatkan LSM, komunitas, relawan, serta pendamping yang aktif mendampingi pasien.

Seluruh Puskesmas di Kota Ambon telah menyediakan layanan bagi pasien HIV, termasuk pemeriksaan dan juga pendampingan. Norimana berharap, warga tidak malu-malu mengikuti program skrining.

“Skrining itu penting, untuk mendeteksi dini penyebaran HIV, dan memungkinkam pengobatan. Itu merupakan upaya pencegahan. Meski merasa normal dan sehat, tidak perlu malu dan panik mengikuti proses skrining,” jelasnya. (RED)