-Terkait Pengusiran Mantan Pjs. Bupati SBT dari Pendopo
AMBON, SPEKTRUM – Mulai dari pengancaman potong tangan, soal kapasitas Wakil Bupati yang dilecehkan, dan belakangan aksi pengusiran mantan Pjs Bupati SBT, Hadi Sulaiman, dari Pendopo Bupati. Sikap Abdul Mukti Keliobas itu dinilai sebagai bentuk tindakan pejabat yang arogan dan tidak bermoral.
Insiden pengusiran eks Pjs. Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Hadi Sulaiman oleh Abdul Mukti Keliobas, dan pendukungnya disinyalir karena beberapa kebijakan yang diambil merusak strategi politik Mukti Keliobas.
Misalnya, penetapan caretaker kepala desa bagi kepala desa yang telah habis masa jabatannya serta beberapa kebijakan lain yang dalam pandangan Mukti Keliobas tidak menguntungkannya dari sisi politik di Pilkada SBT 09 Desember mendatang.
Menanggapi insiden ‘pengusiran dirinya dari Pendopo Bupati SBT, Kepala BPSDM Provinsi Maluku (Mantan Pjs. Bupati SBT), menaggapinya santai.
“Insiden tersebut tidak berpengaruh apapun terhadap saya,” kata Hadi Hadi Sulaiman saat dikonfirmasi Spektrum Minggu (6/12/2020) sambil menebar senyum.
Menurut Hadi, sebagai abdi negara dirinya mengikuti setiap protap yang ditentukan protokoler. “Ini acara resmi pemerintahan, yang harus dilaksanakan, dan berlangsung secara formal,” tegasnya.
Hadi menyayangkan terjadinya insiden (pengusiran) terhadap dirinya, oleh Mukti dan pendikungnya. Ia menganggap tibdakan tersebut, mencederai etika pemerintahan. Seharusnya kegiatan tersebut berlangsung dengan baik tanpa ada kegaduhan.
“Insiden tersebut sangat disayangkan karena menciderai etika pemerintahan,” kata Hadi.
Ia berujar, serah terima jabatan merupakan sebuah proses yang harus dilaksanakan dan itu hal biasa. Yang disayangkan hanyalah kegiatan seremoni pemerintahan ada insiden tersebut.
“Ini acara pemerintahan bukan arena unjuk kekuatan dengan membawa massa makanya saya muak bukan takut apalagi lari. Kayak ‘badaki’,” kata dia dengan jijik.
Hadi menegaskan, kegiatan yang melibatkan dirinya adalah murni kegiatan pemerintahan sehingga sangat tidak beretika jika harus mengusung massa.
“Ini kegiatan pemerintahan bukan politik yang harus bawa-bawa massa. Suka atau tidak suka itu hal biasa namun harus bisa menerima,” kata Hadi.
Baca Juga: Arogan, Mukti Bawa Massa Usir Pjs Bupati dari Pendopo
Usai sertijab, kata Hadi, dirinya meninggalkan lokasi kegiatan sempat berjalan santai dan akhirnya kembali ke mobil yang membawanya balik ke Kota Ambon.
“Saya tidak lari lantaran panik, tapi saya berjalan ke mobil melepas jas dan naik ke mobil selanjutnya menuju Kota Ambon,” jelasnya.
Hadi menyadari selaku abdi negara yang ditunjuk menjadi Pjs. Bupati SBT, dirinya hanya ingin agar Pilkada berlangsung jujur, aman dan lancar.
Untuk itu dirinya menghimbau warga SBT untuk menciptakan Pilkada yang damai. “Mari kita sama-sama wujudkan Pilkada yang damai,” timpalnya. (S-16)

