Dokter Doni mengungkapkan, peristiwa ini membuat program vaksinasi mendapat tanggapan dari berbagai kalangan. Beberapa orang beranggapan, vaksin tidaklah aman bagi tubuh. Menanggapi hal ini, Doni menyatakan vaksinasi seperti halnya imunisasi.
Ada gejala yang muncul usai mendapat suntikan vaksin. Gejala yang dimaksud seperti demam, badan sakit dan gejala lainnya. Namun kondisi badan semacam ini merupakan gejala ringan hingga sedang.
“Kalau yang berat itu sampai syok. Tapi sampai saat ini belum ada yang sampai syok. Nah itu gejalanya. Tapi sampai kematian, tidak. Kecuali syok tidak ditangani bisa menyebabkan kematian. Tapi bukan karena virus, tapi karena syoknya,” urainya.
Baca juga: 1100 Orang Divaksin, Termasuk 50 Awak Media & OPD
Perihal target 1,2 juta vaksinasi di Maluku, Doni menuturkan, berdasarkan pemaparan Satgas Covid-19 Kota Ambon, dalam sehari mereka bisa memvaksin kurang lebih seribu orang. Kinerja semacam ini, bisa diterapkan Pemkab/kota lainnya di Maluku untuk mencapai target yang ditetapkan.
“Kalau hanya melaksanakan tidak ada gebrakan, tertinggal dia. Kalau kota Ambon bikin gebrakan, seperti akan mengaktifkan posko di kecamatan. Tiap kecamatan terdapat delapan posko. Tujuannya agar memudahkan dan dapat dijangkau masyarakat untuk mau datang vaksin,” tuturnya.
Doni menambahkan, Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang telah menginstruksikan kepala BPBD Maluku, Hendry M. Far-Far untuk segera mendata Aparatur Sipil Negara (ASN) provinsi Maluku Hasil data tersebut akan dilaporkan ke pemerintah pusat. Data ini melampirkan nama, NIK dan nomor handphone para ASN.
