Masih berdasarkan keterangan dokter Doni, keesokan harinya, ada keluhan lagi dan Iptu LT dibawa kembali  ke IGD, beberapa jam kemudian ia diperbolehkan pulang namun disarankan untuk rawat jalan. Dokter Doni juga tidak menyebutkan tanggal 2 April 2021, Iptu LT dirawat di IGD rumah sakit mana.

Berdasarkan data yang diterima Spektrum, Minggu (4/4/2021), Iptu. Laurens Tenine meninggal sekitar pukul 07.17 WIT. Sebelumnya, sekitar pukuk 06.30 WIT, Almarhum dikabarkan tidak sadarkan diri di Rumah Dinasnya di Tantui. Pukul 06.45 WIT, Almarhum dilarikan ke RS Bhayangkara dan mendapat penanganan medis. Selang beberapa menit, sekitar pukul 07.17 WIT, tim medis RS Bhayangkara memastikan Almarhum telah meninggal dunia dengan diagnosa penyebab meninggal dunia akibat sakit hipertensi.

Baca juga: Lima Kabupaten Belum Vaksinasi Lansia


Terkait peristiwa ini, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M Rum Ohoirat yang dikonfirmasi Spektrum, via telepon seluler, Senin (5/4/2021) membenarkan soal diagnosa terakhir meninggalnya Almarhum karena hipertensi. Namun pasca meninggal dunia, jenazah Almarhum dibawah ke RS Haulussy Kudamati Ambon untuk dilakukan pemeriksaan yang berkaitan dengan Covid-19. Hasilnya positif.

Sementara Jubir Satgas Penanganan Covid-19  menyebutkan bahwa meninggalnya Danki Iptu LT tidak ada kaitannya dengan  suntikan vaksin. Almarhum terinfeksi Covid-19 akibat belum terbentuknya antibodi.

“ Mungkin kondisi ini diperparah dengan daya tahan tubuh almarhum yang sedang mengalami penurunan ditambah dengan wilayah kerjanya ada di zona orange, sehingga memicu infeksi yang dialami cepat berkembang menjadi parah,” terangnya.