SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menyebut kabut asap yang menyelimuti Kota Ambon berasal dari Papua Selatan.
Meski kualitas udara masih dalam batas normal, Bodewin meminta agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi dampak kesehatan, terutama akibat paparan ozon (O₃) yang merupakan salah satu parameter pencemaran udara.
Dia mengatakan, Pemerintah Kota Ambon (Pemkot) Ambon masih terus memantau perkembangan kualitas udara dengan mengacu pada data dan masukan, baik dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dinas Kesehatan, maupun Dinas Lingkungan Hidup.
“Berdasarkan data yang ada, kualitas udara masih berada dalam batas normal dan belum mengkhawatirkan. Salah satu parameter yang perlu kita waspadai adalah Ozon atau O₃,” ujar Bodewin, Selasa (20/10/2026).
Ia menegaskan, pemerintah akan kembali mengambil langkah antisipatif apabila kualitas udara memburuk hingga mencapai ambang batas yang mengkhawatirkan.
Langkah tersebut dapat berupa pemberlakuan kembali pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa dan kebijakan work from anywhere (WFA) bagi pekerja.
“Tapi karna belum, maka yah kita menyesuaikan dulu. Karena berdasarkan data, itu belum mengkhawatirkan,” jelasnya.
Di tengah paparan kabut asap, Bodewin mengakui adanya peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Ambon. Meski begitu, kenaikan kasus tersebut tidak terlalu tajam dan tidak bisa semata-mata dikaitkan dengan kabut asap.
Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya kelompok rentan, seperti penderita asma, ibu hamil, anak-anak, dan lanjut usia (lansia).
“Karena itu, kami mengimbau agar kalau tidak ada hal yang penting diluar,sebaiknya tetap di rumah saja, tidak usah keluar,” tandasnya. (RED)

Tinggalkan Balasan