Senada dengan Timisela, Ketua IMC, Zulfikar Mardiyadi yang sehari-hari mengabdi  sebagai dosen di Fakultas Kehutanan Universitas Papua juga mengatakan, makin banyak yang terampil, ia makin bahagia. Tujuan dari pelatihan ini adalah bisa membantu, menyediakan peta desa di tempat mereka ada dan berbagi ilmu ini ke teman-teman mereka

“ Kita malah senang, semakin banyak yang tahu, menjadikan ini sebagai pegangan hidup ataupun keahlian, kita malah senang. Tapi. Training ini mahal, kalau dimana-mana 3-5 juta per orang. Itu baru biaya trainingnya, belum lagi biaya harus kesananya. Tapi kita sudah komitmen karena ilmu itu titipan, ketika ilmu ini bisa kami tularkan, kami bahagia,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga didukung penuh Direktur Topografi TNI Angkatan Darat. Dalam sambutannya di hari pertama, Brigjen Asep Rosidin mengatakan, pelatihan ini sangat bermanfaat untuk Indonesia apalagi disertai langsung dengan praktek pemetaan desa

“ Tetap semangat belajar dan jangan lupa berbagi,” harapnya.

Kepala Pusat Potensi Dirgantara (Ka Puspotdirga) TNI AU, Marsma Fajar Ardianto melalui zoom meeting mengatakan dalam sambutannya, Drone merupakan hal yang perlu dipahami peserta tentang regulasinya. Sebagai lembaga resmi di Indonesia yang mewadahi  semua komunitas Drone akan selalu mendukung dan mengayomi komunitas Drone dengan menggunakan Drone secara bermartabat dan bermanfaat.

Sedangkan Direktur Operasi Air Navigasi, Mokhamad Khatim juga menyampaikan pesan bahwa dalam melakukan kegiatan pemetaan menggunakan Drone, harus mematuhi peraturan yang berlaku yakni Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 37 Tahun 2020 sehingga perlu berkoordinasi dengan Airnav untuk ijin penerbangan  (HS.17)