Setelah mendapatkan hasil rekaman di udara dengan drone. Kegiatan dilanjutkan di kelas indoor dengan menghasilkan Peta Orthomosaic. Data elevasi model yang hasilnya nanti akan dilanjutkan di hari ke-3 nanti dengan membuat peta sampai layout petanya dalam bentuk peta foto udara dan peta kontur.

Pelatihan pemetaan ini, lanjut Timisela, adalah bentuk dedikasi sebagai anak Maluku untuk bisa mentransfer ilmu karena moto IMC adalah “Berbagi itu Indah”. Sejak 2020, IMC sudah melakukan pelatihan secara daring dan di awal tahun 2021 dilaksanakan secara on site.

Pelatihan ini, menurutnya murni sumbangsih IMC dan praktis tanpa biaya karena mahasiswa hanya diminta kontribusi sebesar Rp.200 ribu untuk konsumsi selama 4 hari untuk mereka sendiri. Sedangkan untuk umum sebesar Rp.350 ribu. Selain biaya konsumsi, uang tersebut juga untuk praktek dan mendapatkan sertifikat. Jika pelatihan komersial di bidang pemetaan, membutuhkan biaya jutaan rupiah. Olehnya, ia berharap ilmu ini dapat dibagikan kepada banyak orang agar bermanfaat.