SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Mantan Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Ibrahim Ruhunussa (IR), resmi menyatakan sikap mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Golkar.

Keputusan itu disampaikan secara terbuka melalui aku Facebok pribadinya pada Selasa (7/7/2026) kemarin, sepekan jelang pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Maluku yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli 2026 mendatang.

Dalam pernyataanya, IR mengaku telah memutuskan mengakhiri kebersamaannya dengan Partai Golkar. Dia juga mengisyaratkan bakal menempuh langkah politik berikutnya, sembari mendoakan kesuksesan partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Beta (saya) perlu sampaikan kepada seluruh teman, sahabat, keluarga dan semua teman teman di negeri negeri se maluku tengah dan SBB. Malam ini beta resmi mengundurkan diri dari Partai Golkar. Insya Allah ada langkah ikhtiar kedepan yang lebih baik. Beta mendoakan kedepan partai golkar sukses di maluku,” tulis IR di akun Facebook miliknya.

Informasi yang dihimpun SPEKTRUMONLINE.COM, dibalik pengunduran diri tersebut, IR memilih hengkang lantaran tidak meemperoleh posisi yang dinilai strategis dalam struktur kepengurusan Partai Golkar periode 2025-2030.

Seorang sumber yang mengaku dekat dengan IR mengatakan, keputusan itu merupakan sikap pribadi setelah harapan mendapatkan peran yang lebih besar di Partai Golkar tidak terpenuhi.

“Iya, mungkin karena tidak mendapat peran strategis di Partai Golkar,” ungkap sumber kepada SPEKTRUMONLINE.COM, Rabu (8/7/2026).

Menurut sumber itu, sejak awal bergabung terdapat komitmen yang dibangun. Namun dalam perjalanannya, kesepakatan itu disebut tidak berjalan sesuai harapan.

“Memang ada komitmen yang dibangun sejak awal, tapi tidak berjalan sesuai pembicaraan awal,” tandas sumber.

Di sisi lain, kalangan internal Partai Golkar Maluku memiliki pandangan yang berbeda. Seorang kader menyebut, IR sebenarnya telah mendapat posisi dalam kepengurusan DPD Golkar Maluku periode 2025-2030 sebagai Wakil Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian.

Namun, menurut sumber internal tersebut, IR diduga kurang puas dengan jabatan yang diberikan, dan menginginkan posisi yang lebih strategis di tubuh partai.

“Kelihatannya IR tidak percaya diri dengan jabatan dia, kayaknya. Mungkin dia pengen dapat jabatan yang strategis seperti Bapilu atau lain yang setara dengan Richard Rahakbauw atau kader partai lainnya,” kata sumber internal Partai Golkar Maluku.

Sumber itu menegaskan, penempatan jabatan di Partai Golkar dilakukan berdasarkan proses kaderisasi, sehingga tidak mudah bagi orang yang baru bergabung untuk mendapatkan posisi strategis.

“Itu tidak instan, Golkar itu partai kader. Tapi tidak apalaha, itu sikap IR yang patut kita hormati. Kita menghargai sikap IR,” tandasnya.

IR sebelumnya menjadi kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) di tahun 2004, kemudian pindah ke Partai Gerindra pada Pileg 2009. Selanjutnya IR bergabung bersama PDI Perjuangan, kemudian ke PAN, dan teakhir di Partai Golkar. (RED)