SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Ketua Umum KONI Provinsi Maluku, Muhammad Armyn Syarif Latuconsina, menepis tegas isu yang menyebut bonus bagi atlet peraih medali pada PON Bela Diri tidak memiliki kejelasan atau “gelap”. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar karena bonus telah dialokasikan dalam anggaran resmi KONI Maluku.
Ia menegaskan, sejak awal KONI Maluku telah berkomitmen memberikan penghargaan kepada atlet dan pelatih yang mengharumkan nama daerah pada ajang PON Bela Diri. Proses penyaluran bonus hanya menunggu kondisi keuangan daerah yang saat ini masih terdampak defisit anggaran.
“Bonus PON Bela Diri merupakan tanggung jawab KONI Provinsi Maluku dan sudah kami anggarkan. Atlet juga sudah mengetahui bahwa bonus itu akan diberikan. Hanya saja, kita memahami kondisi saat ini karena adanya defisit anggaran,” jelas Latuconsina kepada wartawan, Senin (6/7/2026).
Dia menjelaskan, besaran bonus yang telah ditetapkan mencapai Rp25 juta bagi atlet peraih medali emas, Rp20 juta untuk peraih medali perak, dan Rp15 juta bagi peraih medali perunggu.
Sementara itu, seluruh pelatih yang mendampingi atlet pada PON Bela Diri juga dipastikan menerima bonus sebesar Rp5 juta per orang.
Menurut dia, seluruh kebutuhan anggaran untuk pembayaran bonus telah dihitung dan disiapkan oleh KONI Maluku sehingga tidak ada alasan untuk meragukan komitmen organisasi terhadap para atlet.
“Total anggaran bonus yang kami siapkan untuk atlet dan pelatih PON Bela Diri sekitar Rp215 juta. Saya kira jumlah itu sudah cukup untuk mengakomodasi seluruh penerima bonus,” ujarnya.
Latuconsina berharap polemik mengenai bonus atlet tidak lagi berkembang menjadi informasi yang menyesatkan.
“KONI Maluku tetap berkomitmen memenuhi hak atlet dan pelatih sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka mengharumkan nama Maluku di tingkat nasional,” tandasnya.
Hal senada juga diakui Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Maluku, Levinus Kariuw. Dia menegaskan, anggaran tersebut telah ditandatangani rincian anggarannya oleh Ketua Umum KONI dan telah disetujui DPRD Maluku, tinggal menunggu pencairan dana ke rekening KONI Maluku.

“Dana itu sudah disetujui DPRD, sudah ada. Tinggal tunggu dicairkan. Begitu masuk ke rekening KONI, langsung kami distribusikan ke atlet dan pelatih, karena PON Kudus itu gawenya KONI,” tegas Levi.
Soal isu yang mengaitkan bonus untuk Grisha Saimima dengan status anak baptis Gubernur, Levinus menegaskan bonus tersebut adalah pemberian pribadi Hendrik Lewerissa, bukan berasal dari anggaran Pemerintah Provinsi Maluku.
“Bonus itu pribadi dari Pak Hendrik Lewerissa, bukan dari Pemerintah Provinsi. Hanya karena melekat jabatan Gubernur, jadi penyerahannya tidak mungkin dilakukan di rumah pribadi beliau,” jelasnya.
Menurutnya, membangun olahraga Maluku semestinya tidak dilihat secara subjektif. Levi berharap, atlet peraih medali di PON Bela Diri Kudus untuk tidak berkecil hati, karena dana bonus dipastikan tetap akan disalurkan begitu proses pencairan dari provinsi ke kas KONI rampung.
“Dananya sudah siap, sudah ready. Kita hanya menunggu turun dari provinsi masuk ke kas KONI, pasti langsung kami distribusikan. Itu sudah janji kami,” tegasnya.
Dia menyayangkan munculnya polemik yang mengaitkan penyaluran bonus dengan dugaan subjektivitas Gubernur. Pertanyaan seputar anggaran keolahragaan harusnya disampaikan lebih dulu ke KONI sebelum berkembang ke publik.
“Kalau ada pertanyaan soal ini, sebaiknya tanya dulu ke KONI. Kalau tidak ada jawaban pasti, baru ke media. Jangan sampai jadi polemik yang tidak perlu,” tandas Levi. (RED)

Tinggalkan Balasan