SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Pemerintah Provinsi Maluku mulai menggenjot pembenahan layanan kesehatan dengan menggandeng Manajemen RS Fatmawati Jakarta untuk mendampingi transformasi tata kelola RSUD dr. M. Haulussy Ambon. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat posisi rumah sakit milik pemerintah daerah sebagai rumah sakit rujukan di Maluku.
Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama jajaran Manajemen RS Fatmawati di Ruang Rapat Gubernur Maluku, Senin (6/7/2026).
Direktur RSUD dr. M. Haulussy Ambon, Winny Leiwakabessy, mengatakan kehadiran tim RS Fatmawati merupakan tindak lanjut program pendampingan yang diinisiasi Kementerian Kesehatan untuk memperkuat tata kelola rumah sakit daerah.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada RS Fatmawati menjadi kesempatan penting bagi RSUD dr. M. Haulussy untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.
“Kepercayaan yang diberikan Kementerian Kesehatan kepada RS Fatmawati menjadi peluang strategis bagi RSUD dr. M. Haulussy untuk berbenah dan mempercepat transformasi menuju rumah sakit yang lebih modern dan profesional,” kata Winny.
Direktur Medik dan Keperawatan RS Fatmawati, dr. Muhammad Asri Taufik, menjelaskan pihaknya mendapat mandat dari Kementerian Kesehatan untuk memperkuat rumah sakit daerah melalui kolaborasi dengan rumah sakit vertikal.
Ia menegaskan, peningkatan mutu layanan kesehatan tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
“Peningkatan kualitas layanan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” tegas Muhammad Asri.
Sebelum melakukan pendampingan di Ambon, tim RS Fatmawati telah berkoordinasi secara daring dengan manajemen RSUD dr. M. Haulussy. Pendampingan kemudian difokuskan ke dalam empat bidang utama, yakni pelayanan medis, penguatan sumber daya manusia, tata kelola operasional, dan sistem pengelolaan keuangan.
Muhammad Asri menilai RSUD dr. M. Haulussy memiliki potensi besar berkembang menjadi rumah sakit rujukan yang mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Maluku.
“Karena itu, proses pendampingan akan diarahkan pada peningkatan mutu pelayanan, penguatan SDM, pembenahan tata kelola operasional, hingga sistem keuangan yang berkelanjutan,” tandasnya.
Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyebut transformasi RSUD dr. M. Haulussy tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas atau menambah peralatan medis. Menurutnya, perubahan juga harus menyentuh pola pikir, budaya kerja, dan sistem manajemen agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sektor kesehatan, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan rumah sakit milik pemerintah.
“Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sektor kesehatan, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan rumah sakit milik pemerintah,” jelasnya.
Ia berharap pendampingan dari RS Fatmawati menjadi momentum bagi RSUD dr. M. Haulussy untuk mengadopsi praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan rumah sakit, mulai dari tata kelola organisasi, peningkatan kapasitas SDM, hingga pelayanan medis dan pengelolaan keuangan.
“Harapan kami, melalui kolaborasi ini, RSUD dr. M. Haulussy dapat bertransformasi menjadi rumah sakit yang semakin profesional, berkualitas, dan menjadi kebanggaan masyarakat Maluku,” tandas Hendrik. (RED)

Tinggalkan Balasan