Kehadiran sosok kakanda Akbar Tandjung dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan Graha Insan Cita HMI Cabang Namlea pada 2013 silam, menjadi panutan dan memberikan pengharapan kepada seluruh kader dan alumni HMI di Kabupaten Buru dan Buru Selatan tentang sebuah tempat berteduh.

Menurut Ketua HMI Cabang Namlea, M. Ridwan Litiloly bahwa dalam perkembangan dan dinamikanya, kehadiran bang Akbar Tanjung saat menjadi panutan dikala dilaksanakan pembangunan Graha sebagai tempat mempertemukan puluhan, ratusan bahkan ribuan isi kepala, untuk saling mengasih, mengasuh dan mengisi pada wacana-wacana intelektual ke depan.

Pembangunannya harus tertahan hanya pada agenda seremonial tersebut hingga beberapa kepengurusan. Meskipun begitu adanya, semangat pembangunan yang tertunda selama lima regenerasi kepengurasan tak pernah lekang oleh waktu.

Hal ini dibuktikan dengan pertemuan untuk membicarakan proses percepatan pembangunan Graha Insan Cita pada tanggal 13 September 2020 oleh Pengurus Cabang dan KAHMI.

Ketua HMI Cabang Namlea, M. Ridwan Litiloly saat memberi arahan saat pembukaan Konfercab ke-XI HMI, yang digelar di aula Kantor Bupati Buru. (foto: Spek-Mato)

Dalam kesederhanaanya, pertemuan yang dilaksanakn di Sekretariat HMI Cabang Namlea tersebut, seakan memberikan energi positif untuk mengafirmasi percepatan pembangunan Graha Insan Cita tersebut.

Dalam perjalananya, pertemuan tersebut membuahkan hasil yang tidak sia-sia. hasil pertemuan bersama kahmi itu langsung dieksekusi pada esok harinya. Pada Jumat 14 September 2020 lalu, pembersihan lahan dan proses pembuatan pondasi dilaksanakan dan disaksikan oleh pengurus Hmi dan Kahmi yang melaksanakan rapat semalam.

Proses yang dikomandani oleh Imran Barges sebagai Ketua Panitia inipun secara bertahap mengalami progres. Awalnya, sumber anggaranyapun sekedar mengharapkan kegotongroyongan Alumni dan campur tangan pihak lain secara swadaya.

Setelah pembuatan pondasi itu berjalan dengan baik, KAHMI Buru Selatan dikoordinir oleh kakanda Said Sabi yang merupakan Ketua Umum HMI Cabang Namlea pertama, tak ingin ketinggalan dalam berkontribusi. Dengan koordinasi bersama panitia, KAHMI Bursel turut serta meringankan beban pembangunan dengan mengeksekusi sebagian harga tanah.

Akbar Tandjung memberi sambutan saat datang ke Namlea sebelumnya untuk meletakan batu pertama pembangunan Graha Insan Cita HMI Cabang Namlea. (foto: Spek-Mato)

Setelah mengalami beberapa peningkatan dalam pembangunan, beberapa Alumni yang berada dilembaga DPRD juga turut serta berkontribusi melalui aspirasinya, diantaranya kakanda Rum Soplestuny, kanda Jaidun Sa’nun, kakanda Maser Salasiwa dan kanda Bambang Lalang Buana. Kemudian pemerintah daerah melalui anggaran hibahnya.

Dari proses yang cukup panjang, kegigihan panitia ditambah dorongan Alumni, kini kepengurusan ini telah berhasil meninggalkan sebuah legacy bagi generasinya yang akan datang. Meskipun belum paripurna, bangunan Graha kini sudah bisa terpakai guna melaksanakan beberapa kegiatan.

“Tentunya penyelesaian pembangunan Graha ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi kita semua, baik bagi kami di kepengurusan saat ini, kepengurusan akan datang maupun seluruh kader dan Alumni HMI di areal Buru dan Buru Selatan,” katanya.

Semangat pembangunan ini harus tetap ada, dijaga dan dirawat. Yakin sungguh kita tidak mungkin dapat membentuk sebuah ekosistem intelektual yang baik jika tidak didukung dengan sebuah sarana berkumpul yang baik pula.

Acara Tahlilan, sebagai syukuran untuk menggunakan gedung Graha Insan Cita HMI Cabang Namlea. (foto: Spek-Mato)

Kata Litiloly, sekarang sudah Tahalil tanda bangunan Graha sudah bisa difungsikan proses sidang agenda Cabang seperti pemelihan Ketua Cabang sekarang dilaksanakan di Graha. Nanti ada agenda-agenda Cabang yang sudah tidak perlu kontrak bangunan sudaj ada rumah sandiri.

Diakhir kepengurusannya, dia berharap ke depan siapa yang pimpin HMI Cabang Namlea ini, bisa melanjutkan kepekerjaan penyelesaian pembangunan Graha dan dapat diresmikan oleh Bang Akbar Tanjung sebagai senior besar. (*)