AMBON, SPEKTRUM – Merupakan sebuah penghormatan besar bagi keluarga PKBM Melati, yang berlokasi di Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. Pasalnya, Wakil Ketua DPD-RI, Nono Sampono menyempatkan diri mengunjungi PKBM tersebut, Senin, 19 Oktober 2020.
PKBM Melati sering berpindah kantor yang juga dijadikan sebagai tempat untuk belajar bagi anak-anak putus sekolah, mulai dari Paket A, B maupun Paket C. Di PKBM Melati, anak-anak atau para Warga Belajar juga dibekali dengan kursus ketrampilan, seperti perbengkelan, pertukangan, tata rias, membatik dan lainnya. PKBM Melati juga menangani beberapa Anak Jalanan (Anjal) dan juga gelandangan.
Saat kunjungan Nono Sampono menyambut baik langkah yang diambil Ketua PKBM Melati, Ida Farida Tomasoa. Pasalnya, dengan 564 Warga Belajar tersebar di beberapa lokasi, seperti di Kebun Cengkeh (Sirimau-Ambon) Kecamatan Leihitu (Mamala), Tulehu, dan Nusalaut (Kabupaten Maluku Tengah), merupakan tantangan berat, dengan hanya 18 tenaga pengajar atau para Tutor.
“PKBM Melati sudah beberapa kali menyampaikan keinginan bermitra dengan instansi-instansi pemerintahan. Namun, dari sejumlah dokumen yang disampaikan, hanya 2 (dua) instansi yang menresponnya yakni, UKM Koperasi Kota Ambon dan UKM Koperasi Provinsi Maluku. Sedangkan sejumlah instansi pemerintah lainnya tidak menanggapinya. Ini yang kami sesalkan,” jelas Ketua PKBM Melati, Ida Tomasoa kepada Wakil Ketua DPD-RI, Nono Sampono yang hadir didampingi istri tercintanya.
Menurut Tomasoa, ingin mengembangkan potensi anak-anak atau para Warga Belajar dengan sejumlah ketrampilan, namun ada saja kendala yang dihadapi mengenai biaya dan sarana. Tak putus asa, Ida Tomasoa yang juga lawyer ini harus rela merogok kocek untuk membiayai sejumlah kegiatan ketrampilan para warga belajarnya, hingga mengontrak bangunan untuk dijadikan kantor dan tempat belajar-mengajar.

Olehnya itu, Ida meminta perhatian Wakil Ketua DPD-RI, Nono Sampono untuk bisa menyuarakan aspirasi PKBM Melati-Ambon kepada unsur Pemerintahan, agar bisa memperhatikan kekurangan-kekurangan yang dialami PKBM Melati. Mungkin bukan untuk PKBM Melati saja, tapi juga lainnya.
Mendengar aspirasi yang disampaikan, Nono Sampono menjelaskan di hadapan para Warga Belajar dan para Tutor dan Pengelola PKBM Melati, kalau dirinya akan berusaha mencari program-program yang bersinergi dari Pemerintah dengan program-program dari PKBM Melati.
“Ini supaya program di Pemerintahan dapat disinergikan dengan program PKBM Melati. Saya mendukung langkah PKBM Melati dalam dunia pendidikan. Karena pendidikan menjadi hal utama bagi generasi muda Maluku ke depan. Kita harus menyiapkan para generasi Maluku bisa menjwab tantangan teknologi ke depan,” akui pa Nono sapaan akrabnya.
Mantan personil Marinir ini juga menceritrakan kisa masa kecil harus berjualan ke pasar. Roti harus dibagi kepada saudara lainnya.
“Jika ada 50 buah roti yang dijual, laku 40 buah dan keuntungan 10 huang itu dibagi kepada saudara lainnya untuk sarapan ke sekolah,” tutur Wakil DPD-RI ini sembari berharap anak-anak Maluku juga bisa sukses dengan segudang ilmu yang diperoleh mereka.
Di kesempatan itu, pertemuan dengan Nono Sampono bersama istri tersebut dengan PKBM Melati-Ambon tetap mematuhi protokol kesehatan. Beliau juga sempat menyerahkan bantuan berupa handsanitaizer dan juga masker kepada yang diterima langsung Pengelola PKBM Melati, Ida Farida Tomasoa. (S05)


