Untuk itu Latuconsina berpesan bahwa, pandemi merupakan musibah, siapapun bisa terjangkit penyakit ini.

“Penyakit ini bukan kutukan tetapi kita harus saling mensupport, memberikan dukungan baik orang yang positif versi Rapid Test ataupun hasil swab. Kita lawan Covid-19 dengan saling berikan dukungan, perkuar rasa saling menghormati, dan berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” kata mantan Ketua KNPI Maluku ini.

Menurutnya, tidak perlu berapa banyak yang diberikan tapi atensi, animo dan kemauan untuk saling memberi, saling meringankan dukungan itu yang terbaik.

“Kita lawan Covid-19 bersama-sama sesuai budaya orang Maluku yakni Pela Gandong, baku sayang, dan tetap saling mendukung untuk sama-sama keluar dari pandemi Covid-19 ini,” katanya.

Satudarah Maluku Berbagi Kasih bersama di Kota Ambon, Sabtu (16/5). humas Maluku Satudarah

Terkait dengan meningkatnya jumlah paien terkonfirmasi Covid-19, Latuconsina mengingatkan agar seluruh pihak tidak boleh bereforia dengan pandemi ini.

Kejadian yang terjadi saat ini, katanya ada merupakan dampak dari eforia Pemda bahwa wabah pandemi ini bisa dengan mudah diselesaikan di Maluku.

“Pernyataan ini berdampak pada masyarakat bahwa Pandemi ini akan cepat diselesaikan. Sayangnya, hal ini tidak diikuti dengan berikhtiar maka pandemi ini terus meningkat grafiknya dari hari ke hari,” katanya.

Satudarah Maluku Berbagi Kasih bersama di Kota Ambon, Sabtu (16/5). humas Maluku Satudarah

Latuconsina mengingatkan agar basudara samua tetap di rumah, beribadah di rumah, bekerja dari rumah, saling jaga jarak dan pastikan bahwa anda bisa menjadi agen perubahan.
“Kita Semua harus saling menyosialisasikan untuk saling jaga jarak dalam interaksi sosial antar sesama,” tegasnya. (S-16)