“Awalnya, tanaman mangrove itu tumbuh subur, bahkan tanaman tersebut makin padat, namun belakangan ini, tanaman tersebut mulai mengering. Padahal, saat ini lagi musim hujan dan gelombang cukup baik bagi pertumbuhan mangrove,” katanya.

Sahanaya menduga keringnya pohon mangrove lantaran kena limbah minyak atau BBM dari PLTD Poka yang lokasinya saling berhadapan.

“Saya menduga, limba dibuang ke sungai yang akhirnya kembali ke pesisir laut, karena sering kita lihat ada cairan mirip minyak mengambang di permukaan air,” kata pria yang tinggal di belakang PLTD Poka.

Sementara itu, Manager Komunikasi PLN, Hairull Hatala yang dihubungi Spektrum menjelaskan jika sample air dan tanah di sekitar mangrove telah diambil dan diteliti.

“Untuk sementara sampel air dan tanah di sekitar magrove sdg diteliti DLH Provinsi, silahkan dikonfermasi ke DLH Provinsi,” kata Hatalla melalui pesan Whatsapp yang diterima Spektrum.

Sayangnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, Roy Siauta belum bisa dikonfirmasi lantaran tidak menjawab panggilan telepon dan merespon WA yang dikirim Spektrum. (MG-16)