SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Ketua Umum (Ketum) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie resmi melantik Penguris KADIN Provinsi Maluku periode 2025–2030.
Pelantikan yang berlangsung di Aula Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku itu dihadiri Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, sejumlah pengurus KADIN Pusat, anggota DPD RI Bisri Asshidiq Latuconsina, pimpinan BUMN – BUMD, Anggota DPRD Maluku, serta sejumlah kepala SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku.
Kegiatan yang mengusung tema “Peningkatan Peran KADIN Dalam Pengembangan Investasi dan Pemberdayaan UMKM Menuju Kebangkitan Ekonomi Maluku” itu sekaligus dirangkai dengan Rapat Pimpinan Provinsi (Raprimprov).
Ketum Anindya menyatakan dukungan atas kolaborasi antara KADIN dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dalam memperkuat ekonomi di daerah.
Menurutnya, selama kolaborasi antara KADIn dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku telah terjalin dengan baik dan menjadi kunci penting mendorong masuknya investasi ke Maluku.

Kata dia, keterbukaan yang sangat luas dengan memberi “karpet merah” bagi para investor untuk berinvestasi telah ditegaskan oleh Gubernur Hendrik sebagai komitmen untuk membangun Maluku.
“Saya sudah keliling 38 provinsi, dan saya melihat bahwa kunci keberhasilan suatu daerah, itu tentu dari pemimpinnya. Kami melihat pa Gubernur Malyku punyai jiwa kepemimpinan, dipercaya masyarakat dan juga bekerjasama dalam dunia usaha, dalm hal ini dengan Ketua KADIN Provinsi Maluku,” ujar Anindya kepada wartawan usai melantik Pengurus KADIN Maluku, Senin (27/4/2026).
Dia menyebut, pengurus KADIN Maluku dibawah kepemimpinan Sam Latuconsina yang baru saja dilantik memiliki kesempatan emas menjemput berbagai investasi besar yang akan terjadi di Maluku kedepan, seperti pengelolaan Blok Abadi Masela, Kampung Nelayan Merah Putih, Maluku Integrated Port, serta hilirisasi berbagai sumber daya alam.
“Saya merasa ada kolaborasi yang erat sekali antara KADIN dan pemerintah provinsi. Itu sangat potensial dan positif bagi iklim usaha di Maluku,” katanya.
Putra sulung Abu Rizal Bakrie itu memberikan apresiasi yang tinggi kepada Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa yang telah membuka karpet untuk berkolaborasi dengan KADIN Maluku dalam meningkatkan efisiensi dan pertumbuhan ekonomi yang merata.
“Tentu menjadi satu alasan kuat untuk pertumbuhan ekonomi Maluku yang sudah cukup baik saat ini di angka 5,4 persen bisa menuju lebih baik, dan mampu mendobrak agar pertumbuhan nasional bisa maju terus,” terangnya.
Anindya mengaku, potensi Maluku luar biasa besar, salah satunya di sektor pariwisata. Untuk itu, KADIN Indonesia berniat mempromosikan potensi yang dimiliki Maluku dalam kunjungan ke luar negeri, sebagai bentuk komitmen kolaborasi dengan Pemprov Maluku.
“Kami telah melihat sendiri potensi Maluku ini luar biasa besar. Baik pariwisata, budaya, seni dan alam lainnya. Ini kita akan bantu promosikan ke luar negeri ketika berkunjung. Mudah-mudahan kami bisa terus diajak ke Maluku dan bekerjasama untuk kebaikan Maluku serta Indonesia,” ujarnya.
Kedepan, lanjut dia, ada proyek strategis nasional (PSN) bakal terimplementasi di Maluku, baik Blok Masela yang diproyeksikan bisa menyerap ribuan tenaga kerja lokal, hingga Maluku Integrated Port. Tentu menjadi kesempatan bagi KADIN terus bersinergi dengan pemerintah untuk mensukseskannya.
“Tentu keberhasilan PSN itu akan terlihat dari keberhasilan kerjasama untuk mematerialkan PSN. Pertama adalah kontraktornya. Bagaimana melibatkan kontraktor lokal. Jangan sampai hanya dari pusat,” bebernya. (RED)

Tinggalkan Balasan