SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesai (MI) Maluku menggelar Musyawarah Provinsj Luar Biasa (Musprovlub), Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Dekan Fakultas FKIP Universitas Pattimur itu dibuka secara resmi oleh Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) yang diwakili Koordinator Wilayah (Korwil) MI Indonesia Timur, Irma Rumalewan.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum (Ketum) KONI Maluku yang diwakili Sekretaris Umum, Feros Matulessy dan Wakil Sekretaris Demianus Sinay, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) yang dieakili Kepala Bidang Olahraga dan Prestasi, serta pimpinan Muaythai 11 kabupaten/kota di Maluku.
Sekum KONI Maluku, Feros Matulessy dalam sambutannya memberikan apresiasi atas gerak cepat Plt. Ketua Pengprov MI Maluku atas pelaksanaan Musprovlub dalam rangka mengangkat dan menetapkan pimpinan serra pengurus definitif agar kepemimpinan daerah kembali sah.
Matulessy mengakui situasi di internal PB MI memang sedang mengalami konflik serius pasca pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-IV, karena adanya ketidakpuasan internal terkait manajemen organisasi.
Namun Munas tersebut telah selesai dan La Nyalla Mahmud Mattalitti telah terpilih sebagai Ketum PB MI pada 10 April 2026 kemarin. Berangkat dari situasi tersebut, PB MI melakukan pembekuan sejumlah kepengurusan provinsi dan penunjukan Pelaksana Tugas (Plt).
“Dinamika itu urusan PB MI, tapi Pak La Nyala Matalitti telah terpilih. Kita KONI Maluku menjalankan tugas sesuai aturan normatif organisasi. Untuk itu, kami bersyukur, Musprovlub bisa dilaksanakan secara aman dan tertib,”jelas Matulessy.
Sementara itu, Plt Ketum MI Provinsi Maluku, Albertus Fenanlampir mengaku baru diberikan tugas sebagai pada April kemarin. Penunjukannya sebagai Plt untuk memastikan aktivitas organisasi tetap berjalan selama masa transisi atau saat kepengurusan daerah dibekukan, terutama setelah adanya dinamika internal atau mosi tidak percaya.

Dalam masa jabatannya, dia diberikan amanat untuk melaksanakan Musprovlub dalam.kurun waktu maksimal tiga bulan. Namun, dengan gerak cepat, agenda tersebut bisa terlaksana di bulan pertama masa jabatan sebagai Plt.
“Musprovlum merupakan satu momentum yang harus dilaksanakansebaik-baik sebagai dasar pijak Muaythai kedepan,” ujar Fenanlampir.
Dia berharap, musprovlub tersebut melahirkan ketua serta pengurus masa bakti 2026-2030 yang bisa ikut serta dalam agenda-agenda PB Muaythai, salah satunya adalah Nyalla Combat, yang merupakan seri kejuaraan pro fight untuk meningkatkan jam terbang dan mental atlet.
“Selain itu, akan ada kejuaraan nasional (Kejurnas) Muaythai mulai dari kategori pemula, junior hingga senior pada bulan Agistus mendatang, serta PON Beladiri,” terangnya.
Menurutnya, satu program yang dianggap berat saat ini adalah target dua medali emas yang diberikan Kemenpora terhadap PB Muaythai. Itu dianggap berat, karena sejauh keikutsertaan Muaythai Indonesia di event Sea Games, belum pernah memperoleh medali emas.
“Menurut hemat saya, ini adalah target yang sangat tinggi, sehingga menjadi tanggungjawab seluruh pengurus di daerah, terutama di PB. Saya berharap, Musprovlub ini hasilkan pemimpin dan kepengurusan yang siap dan mampu berkontribusi dalam agenda-agenda yang disiapkan PB Muaythai,”tandas Fenanlampir. (RED)

Tinggalkan Balasan