SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Kepedulian terhadap korban bentrok Lisabata-Patahuwe di Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), mulai mengalir dari Kota Ambon.

Manajemen Kafe Ujung Jembatan Merah Putih (JMP) menyumbangkan 1 ton beras untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Bantuan tersebut disalurkan melalui Forum Peduli Seram Barat (FPSB) dan diserahkan langsung Manajer Kafe Ujung JMP, Aan Bin Umar, Senin (14/9/2026).

Owner Kafe Ujung JMP, Levinus Kariuw mengatakan, bantuan itu merupakan bentuk solidaritas terhadap masyarakat SBB yang tengah menghadapi situasi sulit akibat bentrok antarwarga.

“Ini bentuk kepedulian kami kepada saudara-saudara di SBB. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat yang terdampak,” jar Levi.

Tokoh masyarakat SBB itu mengatakan, dukungan terhadap korban tidak boleh berhenti pada bantuan pangan. Pemulihan kondisi masyarakat, jaminan keamanan, serta upaya menghentikan provokasi harus menjadi perhatian bersama.

Levi juga mendorong penegakan hukum secara tuntas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam konflik, sekaligus meminta pemerintah dan aparat memastikan masyarakat di lokasi terdampak kembali merasa aman.

“Kami berharap ada perhatian serius terhadap pemulihan korban. Jangan ada lagi provokasi yang memperkeruh keadaan. Masyarakat membutuhkan rasa aman dan kepastian bahwa persoalan ini ditangani secara tuntas,” ungkap Levi.

Sementara itu, Manajer Kafe Ujung JMP, Aan Bin Umar menegaskan, bantuan beras tersebut merupakan wujud kepedulian pelaku usaha di Kota Ambon terhadap masyarakat SBB.

“Kamii berharap bantuan ini bisa membantu kebutuhan warga yang terdampak. Ini bentuk solidaritas kami untuk saudara-saudara di Taniwel,” ujar Aan.

Aan menambahkan, masyarakat yang terdampak bentrok membutuhkan dukungan bersama agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

“Bantuan dari Kafe Ujung JMP diharapkan menjadi bagian dari dukungan kemanusiaan bagi korban, sekaligus pesan bahwa masyarakat SBB di Ambon tidak tinggal diam melihat kondisi saudara mereka yang terdampak konflik,” tandasnya. (RED)