SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Tumpukan sampah berserakan di sekitar Wall Climbing Lapangan Merdeka Ambon, yang menjadi salah satu sarana latihan atlet panjat tebing Maluku, mendapat sorotan dari Pengurus Provinsi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Maluku.
Sampah tersebut diduga merupakan sisa aktivitas perayaan HUT ke-451 Kota Ambon yang berlangsung dua hari sebelumnya. Kondisi itu dinilai mengganggu kenyamanan atlet sekaligus merusak pemandangan di kawasan yang menjadi salah satu ruang publik utama Kota Ambon.
Ketua Harian FPTI Maluku, Mohdar Watyiheluw kepada SPEKTRUMONLINE.COM, meminta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apries Gaspersz untuk segera turun tangan dan membersihkan tumpukan sampah tersebut.
Menurutnya, fasilitas olahraga tidak seharusnya dibiarkan berada di tengah lingkungan yang dipenuhi sampah, terlebih Wall Climbing merupakan sarana yang digunakan atlet untuk berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai kejuaraan.
“Kami minta DLHP Kota Ambon segera mengambil tindakan. Jangan sampai sampah dibiarkan menumpuk di sekitar Wall Climbing. Ini fasilitas olahraga yang digunakan atlet, sehingga kebersihan dan kenyamanannya harus menjadi perhatian,” tegas Wattiheluw, Rabu (9/9/2026).
Ia menilai persoalan tersebut bukan sekadar masalah kebersihan, tetapi juga menyangkut citra Kota Ambon. Sebagai daerah yang dikenal dengan julukan Ambon Manise, kebersihan ruang publik semestinya menjadi perhatian bersama, terutama setelah pelaksanaan kegiatan besar yang melibatkan masyarakat.
“Kita bicara Ambon Manise, tetapi kalau ruang publik setelah kegiatan dibiarkan penuh sampah, tentu sangat ironis. Pemerintah harus menunjukkan bahwa setiap kegiatan besar juga diikuti dengan tanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
FPTI Maluku berharap persoalan tersebut segera ditangani tanpa harus menunggu sampah semakin menumpuk. DLH Kota Ambon juga diminta memastikan kawasan Wall Climbing tetap bersih dan layak digunakan para atlet.
“Jangan tunggu viral baru dibersihkan. Kami berharap Pemerintah Kota Ambon cepat merespons dan memastikan fasilitas olahraga seperti Wall Climbing mendapat perhatian yang layak,” tandas Watyiheluw. (RED)

Tinggalkan Balasan