“ Saya lihat pas saya datang, bersih, bagus. Protokol kesehatan di masa pandemi juga bagus. Secara umumnya bagus. Ambon siap untuk menerima turis dalam negeri maupun mancanegara, especially penyelam,” bebernya.

Baca juga: 32 Peserta Akan Ikut Ramaikan Lomba Fotografi Bawah Laut

Maureen juga melihat, sampah di dalam laut ketika bersih-bersih pada kegiatan Fun Dive hari pertama, Kamis (11/3/2021), tidak banyak. Bahkan sampah baru, tidak ada sama sekali. Sampah yang dipungut para penyelam adalah sampah-sampah yang sudah lama mengendap di bawah air.

“ Di bawah, sampah tidak ada. Bersih.  Walaupun sampah ada, itu sudah dari yang lalu-lalu. Yang sekarang tidak ada sampah. Ini bersih,” terangnya.

Maureen juga berharap, lomba-lomba seperti ini terus diadakan untuk menggiatkan pariwisata dan mempererat semua penyelam yang ada di Indonesia maupun mancanegara. Mendorong para penikmat wisata bahari tertarik menyelam karena subyek foto Macro yang ada di Ambon, menurutnya sangat bagus sekali.

“ Berharap tahun depan, kota Ambon dan provinsi Maluku bisa buat lagi kompetisi yang sama.  Supaya semakin banyak diver yang ada di Indonesia mengerti bahwa di Ambon ini adalah tujuan terbaik untuk Macro dan Wide,” harapnya.

Peserta dari Bogor, Mohamad Naufal mengatakan, ia tertarik mengikuti lomba ini selain untuk menambah portofolio karena ia serius menggeluti dunia fotografi bawah air, juga untuk mengasah  pengalaman dan menambah relasi. Menurutnya, dengan banyak relasi tentu akan mendapatkan banyak informasi dan keahliannya terus menerus dapat dipertajam dan dibersihkan. Hadiah karena menang lomba, kata Naufal, hanya bonus saja.

Mohamad Naufal, peserta AUPC dari Bogor, Jawa Barat

“ Karena saya mengambil underwater photography ini, iam take it seriously. Jadi saya terus menambah portofolio. Keahlian saya juga dapat terus di-brush, saya dapat terus menambah pengalaman-pengalaman baru,” ungkapnya.