SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa mengungkapkan sejumlah capaian yang telah ditorehkan dalam satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur, Abdullah Vanath.
Hal itu disampaikan dalam acara syukuran 1 tahun kepemimpinan sekaligus buka puasa bersama yang digelar di kediaman Gubernur Maluku, kawasan Mangga Dua Kota Ambon, Jumat (20/2/2026) kemarin.
Secara produktif, pihaknya telah merealisasikan beberapa capaian, diantaranya program strategis nasional (PSN) yang dicanangkan Presiden Prabowo, seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih.
Kemudian, penanganan inflasi, penurunan stunting, dan penyelesaian pembangunan bendungan Waiapo serta pembangunan dua kampung nelayan merah putih yang sementara dibangun di Kabupaten Buru dan Kota Tual.
“Semua capaian kinerja selama satu tahun ini adalah buah dari partisipasi dukungan dan kolaboradi berbagai pihak,”ujar Hendrik.
Kata dia, tahun ini telah direncanakan pembangunan kampung nelayan sebanyak 20 di seluruh kabupaten/kota, serta belasan kampung nelayan penyangga. Telah dibangun juga beberapa rumah sakit representatif tipe B sebagai program cepat quick win, seperti RSUD Namlea, dan berlanjut di tahun ini juga dibangun di lima kabupaten/kota lainnya.
Beberapa PSN yang masih terus berproses seperti Maluku Integrated Port (MIP), Blok Masella, hilirisasi Sagu di SBT, hilirisasi kelapa dan Pala di Maluku Tengah, hilirisasi ayam terintegrasi pada empat titik, serta pembangunan cold storage dan lainnya.
“Kami terus bekerja mperbaiki dan melengkapi apa yang kurang tepat, serta menata kembali yang terbengkalai. Bagi kami setiap perbaikan adalah langkah menuju perubahan yang lebih baik,”terangnya.
Hendrik mengaku, dalam kapasitas dan tanggungkawab sebagai Sekjen APPSI serta Ketua Badan Kerjasama 8 provinsi kepulauan, pihaknya terus mendorong pembahasan sampai dengan penetapan RUU Kepulauan menjadi Undang-undang Kepulauan.
“Ini sebuah regulasi impian kita bersama yang sangat strategis bagi masa depan pengelolaan kelautan dan perikanan di Maluku, serta provinsi-provinsi bercirikan kepulauan lainnya,”katanya.
Selain itu, Maluku berhasil menjaga tren perekonomian Maluku tetap berada dalam sentimen positif berdasarkan catatan BPS Maluku. Selain itu, Maluku juga mengalami penurunan angka kemiskinan, dari 15,38 persen pada Maret 2025 menjadi 15,25 persen pada September 2025.
Capaian lain adalah indeks pembangunan Maluku tahun 2025 mencapai 74,09 poin meningkat 6,09 poin dari tahun 2024 sebesar 73,40 poin. Capaian tersebut menunjukkan Maluku berada pada kategorri tinggi ketiga.
“Berbagai kemajuan pembangunan di Maluku juga mendapat apresiasi pemerintah pusat, melalui raihan anugrah keterbukaan informasi publik 2025 sebagai badan publik berkualifikasi informatif pada kategori pemprov dengan nilai 92,10,”jelasnya.
Tak hanya itu, Pemprov Maluku juga mendapatkan penghargaan STM Awards 2025 sebagai provinsi terbaik penerapan STM di wilayah Maluku-Papua. TPID Maluku juga meraih predikat terbaik kedua untuk Nusa Tenggara, Maluku, Papua pada TPID Awards tahun 2025.
Hasil penilaian Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) oleh KPK di tahun 2025 menempatkan Maluku berada di zona hijau setelah selama beberapa tahun terakhir berada di zona merah.
“Capaian ini merupakan kebijakan dan langkah Pemerintah Provinsi Maluku untuk meningkatkan tata kelola perintahan dan pelayanan publik telah berada pada jalur yang tepat,”katanya.
Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat secara umum terpelihara dengan baik. Meski terdapat insiden-insiden yang terjadi. Untuk itu, patut diberikan apresiasi kepada jajaran TNI/Polri serta seluruh elemen masyarakat yang telah bersama-sama mewujudkan Maluku yang aman dan damai.
“Karena itu, saya mengajak basudara semua untuk terus merawat kerukunan dan persaudaraan yang sudah kita capai. Karena menghadirkan kerukunan dan memuliakan persaudaraan adalah cara kita orang Maluku membangun pilar peradaban dan kemanusiaan, sambil mensyukuri kemajemukan yang kita miliki,”ungkapnya. (RED)

