SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mendorong pemuda untuk berperan aktif mengoptimalkan wilayah pertambangan rakyat yang ramah lingkungan, inklusif, serta berbasis budaya lokal.
Menurut Hendrik, pemuda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam memastikan sektor pertambangan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat tanpa merusak lingkungan dan mengabaikan nilai-nilai budaya Maluku.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya yang dibacakan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang pada dialog Green Mining (penambangan hijau) dengan tema “Akselerasi Pembangunan Daerah : Sinergi Pemuda dalam Optimalisasi Wilayah Pertambangan” yang digelar digelar KNPI Maluku, Senin (15/12/2025).
Hendrik menegaskan, pertambangan rakyat di Maluku memiliki potensi besar dalam mendorong percepatan pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, tanpa regulasi, tata kelola, dan pengawasan yang baik, aktivitas pertambangan berisiko menimbulkan kerusakan lingkungan, konflik sosial, hingga menggerus jati diri budaya masyarakat.
Karena itu, dialog green mining dinilai sejalan dengan visi pembangunan Maluku yang berkelanjutan dan berkeadilan. “Optimalisasi pertambangan rakyat harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian kearifan lokal,”kata Hendrik.
Dia juga menekankan peran strategis pemuda, sebagai inovator dan penggerak kesadaran kolektif di sektor pertambangan rakyat. Pemuda Maluku harus hadir dengan gagasan progresif, mulai dari penerapan teknologi ramah lingkungan, penguatan kelembagaan penambang rakyat, advokasi tata kelola yang baik, hingga pelestarian budaya dan lingkungan.
“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku mendukung penuh penguatan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang tertib, aman, legal, dan produktif melalui percepatan penetapan WPR, pendampingan teknis, kepastian hukum, serta penguatan kemitraan antara pemerintah, penambang rakyat, akademisi, dan sektor swasta,”terangnya.
Ketua DPD KNPI Provinsi Maluku, Arman Lessy Kalean menyoroti pentingnya pemahaman pemuda terhadap pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) agar tidak menimbulkan kegaduhan di akhir tahun anggaran.
Dia juga menekankan perlunya pengelolaan BUMD sektor mineral dan pertambangan secara transparan dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Selain isu ekonomi, Arman menyoroti tantangan kebudayaan di Maluku, khususnya mulai hilangnya bahasa daerah di sejumlah wilayah.
“Saya mengajak pemuda untuk ikut bertanggung jawab dalam melestarikan bahasa dan identitas lokal,”ujarnya.
Dalam konteks pertambangan, Arman mendorong pembentukan dewan pengawas CSR yang melibatkan berbagai unsur masyarakat untuk memastikan penyaluran tanggung jawab sosial perusahaan berjalan tepat sasaran.
Arman juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan adat serta regulasi daerah yang melindungi hak-hak masyarakat adat.
“Mqri sama-smaa kita merawat toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun Maluku yang berdaulat secara ekonomi, kuat secara budaya, dan dewasa secara sosial,” tandas Arman. (RED)

