SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Wakil Walikota Ambon, Ely Toisuta mengaku pendapatan daerah Kota Ambon menurun signifikan.

Hal itu disampaikan saat rapat paripurna penyampaian kebijakan umum anggaran dan priotitas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun 2026 yang berlangsung di ruang paripurna DPRD setempat, Selasa (11/11/2025).

Dalam forum tersebut, Ely menyampaikan sejumlah perubahan yang terjadi pada batang tubuh anggaran daerah Kota Ambon. Dimana dalam rancangan APBD 2026, pendapatan daerah menunjukkan penurunan sebesar Rp181.673.140.748.

“Pendapatan daerah Kota Ambon yang dianggarkan sebesar Rp1.125.829.497.436 atau berkurang sebesar 16,14 persen, dibandingkan target pendapatan daerah dalam APBD perubahan tahun 2025, yang dianggarkam sebesar Rp.1.307.502.638.184, dimana 72,74 persen adalah pengurangan alokasi transfer pemerintah pusat,”ujar Ely.

Tak hanya itu, belanja daerah tahun 2026 juga berkurang. Dari yang dianggarkan sebesar Rp1.175.829.497.436, kini menjadi Rp1.315.152.549, arau berkurang 11,48 persen dalam APBD Perubahan tahun 2025.

Kata dia, menghadapi situasi keuangan daerah tersebut dengan celah fiskal yang sangat terbatas, Pemkot Ambon secara selektif mengalokasikan anggaran untul belanja dalam rangka pemenuhan standar pelayanan minimal, memenuhi kewajiban mandatori pembiayaan spending.

Selain itu, mengutamakan program yang memberikan dampak ekonomi secara masyarakat berdasarkan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) dan diaampaikma kepada DPRD untuk dibahas dan disepakati bersama.

Menurutnya, KUA PPAS ini merupakan dokumen perencanaan leuangan daerah yangemuat target pencapaian kinerja secara terukur. “Secara substansi, ini adalah dokumen yang memuat program-program yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Ambon,”katanya.

Dia berharap, dokumen itu dapat dibahas secara bersama antara tim anggaran Pemkot Ambon denga Badan Anggaran (Banggar) DPRD yang kemudian disepakati dalam nota kesepakatan bersama.

“Kami berharap, semoga pembahasan KUA PPAS yang diajukan dapat berjalan lancar dan todak berlarut, mengingat banyak agenda pemerintah yang menkadi tanggungjawab bersama, serta norma waktu persetujuan terhadap ranperda APBD tahun 2026 juga sudah sangat dekat,”tandas Ely. (RED)