Selain rumah penduduk yang terkena dampak, luapan Sungai Wai Ira juga menyebabkan jalan menuju Negeri Oma terancam putus.
“Saat ini sebagian jalan longsor serta talud penahan air hancur. Saat ini, jalan tersebut hanya bisa dilalui kenderaan roda dua,” jelas Latuconsina.

Beruntung lanjut Latuconsina, hanya sebagian Negeri Haruku yang terkena dampak luapan air Sungai Wai Ira.
Sementara dari gereja arah ke Negeri Oma dan ke Negeri Sameth tidak terdampak lantaran berada pada ketinggian.

Sementara untuk Negeri Aboru oprit jembatan besar menuju Negeri Pelauw dihantam air sehingga satu unit rumah di bantaran sungai terancam roboh.
“Penghuni rumah tersebut telah meninggalkan rumahnya,” jelas Latuconsina.

Selain itu, jembatan di Negeri Rohomoni saat ini terancam rusak parah jika tudak cepat ditangani. Lantaran saat ini jembatan tersebut telah berlubang.

“Raja Rohomoni telah melaporkan soal jumbatan ini ke Balai Jalan dan Jembatan Nasional, dan telah ada tanggapan, akan dilakukan penanganan darurat, namun hingga Sabtu, kemarin, saya lihat belum ada tindakan apapun,” katanya.

Sementara itu, Minggu (31/07/2022) BPBD Maluku Tengah telah turun lakukan pendataan, Minggu (31/07/2022).
“Setelah didata baru diketahui, berapa banyak rumah rusak parah, sedang dan ringan,” kata Latuconsina. (HS-16)