SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Ketua umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia mengaku sebagai anak Maluku, dirinya ingin menciptakan warisan (Legacy) yang bermakna di Maluku.

Kata dia, legacy yang ingin diciptakan melalui berbagai inisiatif pembangunan, bukan cuma melalui proyek fisik, namun juga melalui kebijakan dan pemberdayaan masyarakat.

“Saya ini anak Maluku. Saya ingin di pemerintahan pak Hendrik dan pak Vanath bisa kita sama-sama. Ayo, saya terbuka. Tidak perlu ada retorika dengan saya. Karena saya ingin mengakhiri jabatan saya di republik ini, harus ada legacy saya untuk Maluku,”ujar Bahlil saat membuka Musda Partai Golkar Maluku di Baileo Oikumene Ambon, Sabtu (8/11/2025).

Bahlil menjanjikan akan menyelesaikan persoalan kelistrikan di Maluku. Bahkan sampai dengan Tahun 2028, persoalan listrik di Maluku tuntas.

“Saya beri waktu dua mingu bagi pemerintah daerah untuk inventarisir desa-desa yang belum teraliri listrik, supaya kita selesaikan. Saya pastikan tahun 2028 listrik di seluruh Maluku telah menyala sehingga tidak ada lagi desa yang gelap gulita,”tandasnya.

Kata dia, hal itu dilakukan sebagai bentuk tanggungjawab moral, untuk membantu meringankan beban pemerintah daerah. Bahlil juga mengaku di Tahun 2024, Kementerian ESDM mendapatkan anggaran sebesar Rp.5 triliun sesuai arahan Presiden.

Kemudian di Tahun ini, kembali mendapat tambahan Rp.5 triliun untuk menyelesaikan masalah listrik di desa, sehingga totalnya Rp.10 triliun.

“Jadi saya sudah laporkan ke pak Presiden bahwa ini saya akan prioritaskan untuk desa-desa di wilayah 3T yakni terluar, termiskin dan tertinggal. Dan Maluku termasuk di dalam wilayah itu,”tandasnya. (RED)