AMBON, SPEKTRUM – Pembangunan SMP Negeri 3 Huamual Belakang dan SDN 2 Tiang Bendera di Pulau Kelang Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dipastikan mangkrak. Sebab, sekolah yang didanai DAK 2021 tersebut hingga saat ini belum tuntas dikerjakan.
Padahal, dalam kontrak kerja pembangunan dua sekolah tersebut dimulai Desember 2021 dan akan berakhir pada Agustus 2022, atau 240 hari kalender. Sayangnya, hingga kini pembangunan dua sekolah tersebut tidak lagi dikerjakan.
Bahkan, upah tukang juga tidak dibayar, akhirnya pekerjaan dibiarkan terbengkalai.
PT Wira Karsa Konstruksi, perusahaan yang menangani proyek tersebut ternyata hingga kini belum menyelesaikan proyek tersebut.
Informasi yang dihimpun Spektrum, saat ini proyek pembangunan SD Negeri 2 Tiang Bendera dan SMP Negeri 3 Huamual ternyata diusulkan menjadi multi years contract (MYC) padahal awalnya proyek tersebut dikerjakan satu tahun anggaran.
Diduga kuat, usulan tersebut dilakukan untuk menyelamatkan kontraktor juga Balai Cipta Karya selaku pemilik proyek. Apalagi, PT Wira Karsa Konstruksi pernah diblack list Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku.
Menyikapi adanya perubahan pembiayaan secara mendadak, Iwan PPK Sarana Srategis di Balai Cipta Karya menegaskan jika ketetapan MYC dengan keputusan Menteri.
“Ketetapan MYC itu dengan keputusan Menteri, dan bukan cuma Maluku saja, banyak daerah juga yang MYC,” kata Iwan melalui pesan whatsapp, belum lama ini.
Sementara itu, sumber Spektrum di Balai Cipta Karya menjelaskan, usulan menjadikan proyek pembangunan dua sekolah di SBB, adalah upaya menyelamatkan perusahaan.
“Bayangkan, pekerjaan yang awalnya hanya dikerjakan 240 hari, diusulkan untuk menjadi proyek dengan sistem pembayaran tahun jamak,” kata sumber ini.
Sumber ini menilai, perubahan yang diusulkan Balai Cipta Karya hanya untuk mengamankan perusahaan asal Kota Makassar itu.
Untuk diketahui, pembangunan SMP 3 Huamual Belakang terdapat 12 bilik bangunan di antaranya 10 bilik ruang belajar, 1 bilik bangunan WC dan 1 bilik bangunan Mushola,
Selain SMP, SD Negeri 2 Tiang Bendera ikut jadi korban pekerjaan proyek tersebut, SD sendiri terdapat 2 ruang belajar di bangun dengan anggaran yang sama, namun sampai saat ini belum juga usai. (*)

