SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena mengeluarkan peringatan tegas kepada 59 kepala sekolah yang baru dilantik agar tidak menyalahgunakan kewenangan selama memimpin sekolah.
Dia memastikan tidak akan memberi ruang bagi praktik pungutan liar (pungli), penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS) di luar ketentuan, maupun penyalahgunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Peringatan itu disampaikan saat melantik dan mengambil sumpah jabatan 59 kepala sekolah tingkat TK, SD, dan SMP di Balai Kota Ambon, Selasa (23/6/2026).
Menurut Bodewin, jabatan kepala sekolah adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh integritas. Untuk itu, setiap kepala sekolah dituntut mengelola anggaran secara transparan dan memberikan pelayanan pendidikan yang bersih dari praktik-praktik yang merugikan siswa maupun orang tua.
Ia menegaskan, meski surat keputusan pengangkatan berlaku hingga dua periode, bukan berarti jabatan tersebut tidak bisa dicabut. Kepala sekolah yang terbukti melakukan pelanggaran akan diberhentikan tanpa kompromi.
“Setelah menjadi Kepala Sekolah, jangan coba-coba terima apa-apa, apalagi memungut sesuatu dari siswa atau orang tua siswa. Kalau ada laporan pengelolaan dana BOS yang tidak benar, langsung saya copot. Sebab jabatan ini diperoleh dengan kerja keras sendiri tanpa memberikan apa pun kepada siapa pun, maka jangan pernah terima apa pun dari siapa pun juga,” tegas Bodewin.
Selain melakukan pembenahan di sektor pendidikan, Bodewin mengungkapkan Pemerintah Kota Ambon juga tengah menyiapkan penyegaran birokrasi secara menyeluruh.
Sedikitnya 300 lebih pejabat Eselon III dan IV akan diusulkan melalui skema manajemen talenta yang mengedepankan kompetensi, kinerja, dan transparansi.
Di akhir arahannya, Bodewin mengajak seluruh insan pendidikan menjadi motor perubahan birokrasi di Kota Ambon. Menurutnya, pelayanan yang tulus, jujur, dan profesional merupakan fondasi utama untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Kita ingin Birokrasi Kota Ambon di bawah kepemimpinan kita berdua ini, birokrat yang melayani. Melayani dengan hati yang tulus dan ikhlas. Setiap pelayanan yang kita lakukan dengan hati yang tulus dan ikhlas, percayalah Tuhan Yang Maha Kuasa akan memberkati kota ini. Dan saya berharap kita mulai terbiasa dengan kerja yang benar, jujur dan bersih,” tandas Bodewin. (RED)

Tinggalkan Balasan