SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Wakil Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPW PPP Maluku, meminta Plt Sekretaris Wilayah (Sekwil) PPP Maluku, Husain Tuharea untuk melakukan introspeksi diri di bulan suci ramadan.

Tak hanya itu, Wattiheluw juga memberikan sejumlah kritikan terkait peran dan sikap Husen Tuharea sebagai kader partai.

“Di bulan suci ramadan ini, kita umat muslim, terutama yang mengaku sebagai kader PPP harus perbanyak ibadah dan kontemplasi untuk memperbaiki kualitas diri ke arah yang lebih baik,” ujar Wattiheluw kepada wartawan, Senin (23/2/2026).

Wattiheluw membeberkan fakta pengkhianatan terhadap partai yang dilakukan oleh Husain Tuharea. Dimana saat Pilkada 2024 lalu, yang bersangkutan secara terbuka melawan rekomendasi resmi PPP.

“Saudara Husain Tuharea harusnya sadar, bahwa dirinya pernah mengkhianati partai, apakah tipe kader seperti itu pantas bicara menjaga marwah partai?” tanyanya dengan nada tinggi.

Selain itu, ia mengingatkan Husain untuk berhenti mencari validasi dan melakukan klarifikasi yang tak berdasar, karena masyarakat Maluku, terutama kader dan simpatisan PPP punya catatan soal rekam jejaknya.

“Kalau merasa PPP adalah partai besar dengan tradisi keislaman yang kuat, maka harusnya saudara Husain sadar untuk tidak mengucilkan partai ini,”tegas Wattiheluw.

Menyoroti SK Plt Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPW PPP Maluku yang tidak ditandatangani oleh Sekjen DPP PPP, Wattiheluw menyebut partai memiliki mekanisme dan aturan yang harus diikuti, dengan keputusan yang seharusnya diambil secara kolektif kolegial.

Wattiheluw pertanyakan keabsahan keputusan Ketua Umum, Muhammad Mardiono dan Wakil Sekretaris Jenderal Jabbar Idris yang dimaksud oleh Husen Tuharea sebagai keputusan dengan kolektif kolegial.

“Harusnya Husein malu karena Surat Keputusan Plt tidak pernah ditandatangani Sekretaris Jenderal, tetapi fotonya ikut terpasang dalam baliho-baliho yang tersebar di kota Ambon,”tandasnya.

Sementara itu, Plt Sekwil Husen Tuharea mempertanyakan indikator loyal dan tidak loyal yang dimaksud oleh Wattiheluw. Kata dia, banyak para senior juga pernah menempuh jalan perlawanan melawan perintah partai. Namun semua akhirnya kembali dan berkontribusi untuk partai.

“Sama saja dengan keputusan beta (saya) hari ini. Apakah dengan melawan keputusan partai beberapa waktu lalu, beta tidak bisa berkontribusi ubtuk membesarkan atau menyelamatkan partai saat ini,” ungkap Tuharea.

Kata dia, tudingan tidak loyal itu bagi orang-orang yang baru menginjakan kaki di partai, dan tidak tahu bagaimana dinamika PPP sejak dulu.

“Hari ini beta merasa mengambil jalan berbeda dari teman-teman hanya untuk menyelamatkan partai, ketika agenda” partai tidak jalan sesuai permintaan DPP,” jelas Tuharea. (RED)