“ Tempatnya ekstrim. Arusnya lebih kencang dari yang dive site-dive site biasanya dan lumayan dalam. Tantangannya disitu. Arus dan kedalamannya diatas rata-rata,” ungkapnya.
Hal yang sama juga dikatakan Brian Vaccarella. Ia merasa kagum dengan makhluk yang ditemuinya di bawah laut. Semuanya menarik untuk diabadikan dalam jepretan kameranya. Selain teman-temannya peserta lomba yang menyenangkan dan membuatnya ingin terus kembali ke Ambon. Kedatangannya di Ambon sudah dua kali dan kesannya tetap sama seperti pertama kalinya ia datang.


“ As beautiful as the first time. I love Ambon. I love diving here. It’s amazing. Good to comeback. Shoot and take photos. I got third,” terangnya.
Sementara peserta termuda, Abigael Ritiauw mengatakan baru pertama kalinya ikut lomba. Ia baru belajar menyelam tahun lalu dan sebenarnya agak takut menyelam di kegelapan. Kendati belum menang, namun tak menyurutkan langkahnya untuk kembali bertarung di kompetisi seperti ini tahun depan.

Ketua panitia dalam penutupan kegiatan yang dipusatkan di Club House, Letkol Kal Deddy Setiawan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang turut serta menyukseskan acara ini. Ia berharap kegiatan ini dapat menggugah semua pihak agar menyadari keindahan laut di Maluku dan tidak mencemarinya dengan sampah.
“ Tujuannya untuk pariwisata. Yang paling penting adalah menyadarkan kelestarian laut Maluku,” terangnya.
Ia juga berterima kasih kepada RSUP dr. Leimena karena setelah semua peserta menjalani rapid test menjelang kembali ke tempat asal masing-masing, tidak ada satupun yang positif Covid-19.

“ Alhamdulillah, setelah tadi melaksanakan swab, para peserta dinyatakan negative. Ini berkat dukungan dari RSUP dan tetap melaksanakan prokes. Kembali dengan sehat walafiat. Jadi tidak ada dari Ambon kena Covid,” ucapnya yang disambut tepuk tangan hadirin. (HS.17).
