SPEKTRUMONLINE.COM, BON – PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan energi di wilayah Maluku tetap aman dan stabil selama ramadan hingga idul fitri 1447 2026.
Hal ini disampaikan Sales Business Manager Maluku II, Yasyfa M. Putra dalam rapat koordinasi bersama DPRD Provinsi Maluku, Kamis (5/3/2026).
Kata Yaspal, Pertamina Maluku telah menyiapka langkah antisipasi melalui pembentukan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2026. Selain itu, kebutuhan energi juga telah dihitung berdasarkan prediksi puncak arus mudik dan arus balik lebaran telah dilakukan.
Pihaknya memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada 14 dan 18 Maret 2026. Sementara arus balik diprediksi berlangsung pada 24 dan 28 Maret 2026.
“Seluruh perencanaan suplai dan distribusi BBM serta LPG telah disusun berdasarkan data tersebut, dengan Integrated Terminal Wayame di Pulau Ambon sebagai pusat kendali dan distribusi energi bagi wilayah Maluku,”jelas Yasyfa.
Tak hanya itu, pertamina juga tengah mengoptimalkan seluruh jaringan infrastruktur yang ada, meliputi 78 SPBU reguler dan non-reguler, lima SPBU penyalur khusus, 62 Pertashop di wilayah pedesaan, 53 agen minyak tanah, satu SPBE, serta lima agen LPG untuk mendukung kelancaran pasokan.
Berbagai produk energi juga disiapkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat, mulai dari BBM jenis Pertalite, Biosolar, Pertamax, Dexlite hingga minyak tanah.
“Sedangkan untuk LPG tersedia ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram untuk rumah tangga serta 50 kilogram bagi sektor usaha seperti hotel, restoran, dan kafe (horeka),”terang Yasfal.
Dari sisi ketahanan stok, kondisi pasokan dinilai aman. LPG rumah tangga memiliki cadangan hingga 136 hari, minyak tanah 91 hari, Pertalite 95 hari, Pertamax 108 hari, Biosolar 16 hari, dan Avtur 91 hari.
“Kondisi stok saat ini aman dan penyalurannya berjalan lancar. Kami berkomitmen memastikan kebutuhan energi masyarakat di seluruh Maluku terpenuhi tanpa gangguan,”katanya.
Dia mengaku, distribusi energi di wilayah kepulauan Maluku sangat bergantung pada transportasi laut. Karena itu, pertamina telah menyiapkan skenario mitigasi untuk mengantisipasi kendala akibat cuaca ekstrem maupun kondisi force majeure.
Koordinasi juga dilakukan secara intensif dengan Kantor Satuan Operasi Pelayaran (KSOP) dan syahbandar setempat guna memastikan proses pengiriman BBM berjalan sesuai standar operasional.
Pertamina juga memperkuat jaringan layanan dengan menambah satu SPBU baru di Pulau Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya, yakni SPBU 86.971.08 yang dikelola oleh PT Trivers. Dengan tambahan tersebut, kini terdapat dua SPBU yang melayani masyarakat di Pulau Moa.
“Penambahan SPBU ini merupakan komitmen kami untuk memastikan masyarakat di wilayah terluar tetap mendapatkan akses energi yang layak dan dapat diandalkan secara berkelanjutan,”terangnya.
Selama masa Satgas RAFI berlangsung, Pertamina menghadirkan berbagai program promosi untuk produk BBM non-subsidi di seluruh SPBU wilayah Maluku. Masyarakat yang menemukan indikasi kelangkaan atau kendala dalam mendapatkan pasokan energi dapat melaporkannya melalui Pertamina Contact Center di nomor 135.
“Dengan kesiapan infrastruktur, stok yang memadai, serta kerja sama lintas sektor yang terus diperkuat, kami optimistis perayaan Ramadan dan Idul Fitri 2026 di Maluku dapat berlangsung aman dan lancar tanpa kekhawatiran terkait pasokan energi,”tandas Yasfal. (SAH)
