SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Polemik di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Wilayah Maluku kian memanas, pasca Dewan Pimpinan Pusat (DPP) menunjuk Reza Bahawerez sebagai Plt Ketua Wilayah dan Husain Tuharea sebagai Sekretaris Wilayah PPP Maluku.

Betapa tidak, Pengurus Harian (PH) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Maluku menolak Surat Keputusan DPP PPP Nomor 0056/SK/DPP/W/II/2026, terkait penunjukkan Plt Ketua dan Sekretaris Wilayah Maluku.

Reza Bahwerez yang menjabat Plt Ketua DPW PPP Maluku kiriman Mardiono, mendapat sorotan tajam. Dia diminta untuk tidak melakukan ancaman terhadap anggota DPRD dari PPP.

Wakil Ketua Organosasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPW PPP Maluku, Mohdar Wattiheluw menilai Reza Bahwerez merupakan kader karbitan, yang memiliki rekam jejak buruk sebagai pengkhianat partai.

“Seorang pengkhianat partai seharusnya tahu diri, sehingga haram baginya untuk mengancam anggota DPRD dari PPP,” tegas Wattiheluw

Menurutnya, jabatan Reza sebagai Plt Ketua DPW PPP Maluku juga dianggap sebagai bagian dari upaya pihak tertentu untuk merusak soliditas partai di tingkat wilayah.

Bahkan, Reza dituding hanya menjadi “boneka” yang mengikuti arahan aktor intelektual yang sengaja ingin memperkeruh suasana di internal PPP Maluku.

Lebih lanjut, Wattiheluw mengingatkan, bahwa keputusan sepihak Mardiono tersebut telah ditolak oleh pengurus harian (PH) DPW dan seluruh DPC PPP se-Maluku.

“Kami perlu ingatkan, bahwa kawanan tikus tidak pantas mengancam gerombolan singa,” pungkasnya. (RED)