selanjutnya melakukan peninjauan ke rumah yang terbakar dan memberikan pemahaman kepada warga Desa Ohoiren untuk segera membubarkan diri dan tetap menahan diri untuk tidak melakukan
aktifitas tambahan.
Kondisi saat ini di Desa Ohoiren aman dan sekitar lokasi pertikaian telah diamankan Personil Gabungan dari TNI-Polri.
Selanjutnya, Dandim 1503/Tual, Kapolres Maluku Tenggara dan Kesbangpol Maluku Tenggara melakukan rapat koordinasi dalam rangka mencari solusi proses perdamaian.
Data yang dihimpun Spektrum, korban luka 20 orang dari Desa Ohoiren akibat terkena tembakan senapan angin dan luka panah sementara 12 orang dari Ohoidertutu mengalami luka bacok dan terkena tembakan senapan angin.
Plt. Kavid Humas Polda Maluku, Kombes Denny Abrahams belum bisa dikonfirmasi lantaran tidak menjawab panggilan telepon. (MG-16)
