SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Komite Nasional Peduli Negeri (KNPN) mendukung Komisaris Jenderal (Komjen) Marthinus Hukom sebagai calon Kapolri pengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dukungan itu disampaikan lewat aksi unjuk rasa yang digelar puluhan anggota KNPN di Bundaran Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (30/1/2026), pekan kemarin.

Menggunakan mobil komando, massa aksi membentangkan spanduku dan baliho dukungan bertuliskan “Dukung Mathinus Hokom Sebagai Calon Tunggal Kapolri” dan “Dukung Marthinus Hukom Sebagai Calon Menteri Lepolisian.

Koordinator KNPN, Bunari menegaskan, dukungan tersebut lahir dari keyakinan akan rekam jejak panjang dan prestasi Marthinus dalam berbagai penugasan strategis di tubuh Polri.

“KNPN percaya, Marthinus Hukom adalah figur pemimpin yang berani, tegas, dan tidak kompromi terhadap penyimpangan hukum. Generasi muda, khususnya dari Indonesia Timur, ingin putra daerah tampil dan dipercaya memimpin institusi negara,”ujar Bunari di sela aksi.

Mereka menilai, loyalitas dan dedikasi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu terhadap institusi Polri telah teruji, sehingga layak diangkat menjadi Kapolri.

Dalam berbagai kesempatan, Marthinus Hukom dikenal sebagai perwira yang mampu memimpin lembaga strategis, menangani kasus hukum kompleks, dan membangun sistem kepolisian yang profesional dan berintegritas.

“Polri butuh pemimpin yang tegas dan berkomitmen dalam penegakan hukum. Tantangan ke depan semakin kompleks sehingga diperlukan kepemimpinan yang kuat,”ujarnya.

Mereka menekankan bahwa Polri menghadapi tantangan yang semakin kompleks, dari penegakan hukum hingga pengelolaan keamanan nasional.

Oleh karena itu, mereka menilai, figur seperti Marthinus Hukom sangat layak diangkat menjadi Kapolri untuk membawa institusi Polri ke arah yang lebih transparan, efektif, dan dipercaya masyarakat.

“Dengan pengalaman dan ketegasannya, Marthinus Hukom mampu menghadirkan kepemimpinan yang kuat. Inilah saatnya institusi Polri dipimpin oleh sosok yang berintegritas dan memiliki rekam jejak nyata dalam menegakkan hukum,”tegas Bunari. (RED)