SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Masyarakat pegunungan di Kecamatan Seram Utara (Serut) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab), baik bupati maupun dinas pekerjaan umum perumahan rakyat (PUPR) Maluku Tengah (Malteng) segera memperbaiki infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak parah selama bertahun-tahun.

Ruas jalan dari Negeri Siatele menuju Kaloa yang telah mengalami rusak parah selama bertahun-tahun,namun tidak pernah ada perhatian dari Pemkab Malteng. Padahal jalan tersebut merupakan satu-satunya akses beberapa negeri pegunungan.

Yusuf Michael Efamutam, salah satu tokoh muda Serut mengatakan, ruas jalan yang rusak parah itu merupakan akses utama tujuh negeri di wilayah pegunungan, yakni Siatele, Negeri Kaloa, Elemata, Hatuola, Manusela dan Maraina.

Jalan itu telah rusak selama bertahun-tahun, dan tidak ada perhatian dari Pemkab Malteng untuk memperbaikinya. Padahal jalan tersebut sangat penting untuk mempermudah rentan kendali masyarakat di wilayah pegunungan.

“Jalan dari Negeri Siatele ke Kaloa kurang lebih 24 KM dengan tempuh waktu 3 jam itu rusak parah. Ada juga 14 jembatan yang yang juga rusak dan belum diperbaiki,”ujar Efamutan.

Masyarakat di wilayah pegunungan itu resah dengan kondisi yang sungguh memprihatinkan. Kerusakan jalan dan jembatan sangat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat pegunungan.

Betapa tidak, masyarakat mau jual hasil pertanian dan yang butuh perawatan medis seperti ibu-ibu hamil dan orang sakit harus menempuh perjalanan berhari-hari ke Puskesmas di Wahai, karena terhambat kondisi jalan yang rusak parah.

“Ini sungguh memprihatinkan. Pemkab Malteng dan Dinas PUPR harus merespon masalah tersebut. Masyarakat pegunungan butuh kehadiran pemerintah untuk memberikan solusi nyata,”tegasnya.

Menurutnya, tahun 2024 lalu, Pemkab Malteng telah meninjau kondisi jalan disana. Masyarakat pegunungan pun berharap bisa segera diperbaiki. Namun sampai sekarang tidak terealisasi.

“Masyarakat pengunaan Seram Utara sanggat berharap, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah segara merespon masalah ketimpangan disana,” tandasnya. (RED)