SPEKTRUMONLINE, MASOHI – Masohi Spektrum Produksi stok beras lokal di Kabupaten Maluku Tengah belum cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Pasalnya, perkiraan produksi beras yang harus dihasilkan setiap tahunnya adalah sebanyak 34 ribu ton. Namun, produksi saat ini masih sekitar 17 ribu sampai 20 ribu ton per tahunnya.
“Produksi beras kita masih kurang untuk penuhi kebutuhan masyarakat dalam daerah sendiri. Dari 34 ribu ton yang harus di produksi tiap tahun, produksi kabupaten kita masih sekitar 17 ribu sampai 20 ribu ton per tahunnya, sehingga terdapat defisit sekitar 14 ribu ton,”tutur Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Maluku Tengah, Juliana Haumahu, Rabu, 16/07/2025.
Menurutnya, kekurangan produksi beras lokal itu, membuat pemerintah kabupaten Maluku Tengah masih bergantung pada beras dari luar kabupaten, sehingga pemerintah harus mencari sumber beras dari luar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Hal ini tentu saja menjadi tantangan bagi pemerintah untuk meningkatkan produksi beras lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor,”sebutnya.
Menyadari pentingnya meningkatkan produksi beras lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Pemerintah kabupaten Maluku Tengah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi beras, seperti memberikan bantuan kepada petani dan meningkatkan infrastruktur pertanian. Namun, upaya tersebut masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
“Pemerintah kabupaten melalui pemangku kepentingan di daerah dan para petani khususnya saling berkoordinasi untuk berupaya meningkatkan produksi beras lokal dan mengurangi ketergantungan pada beras impor, salah satunya meningkatkan produksi beras lokal dan memenuhi kebutuhan masyarakat secara mandiri,”tambah Haumahu. (HS 10)