SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar melakukan kunjungan kerja (Kunker) Kota Ambon, Maluku pada 16 – 17 Januari 2026.
Nasaruddin datang menggunakan pesawat Batik Air pada Jumat (16/1/2026) pukul 06.00 WIT. Tiba di Pattimura Air Port, Menag Nasaruddin disambut langsung Gubernur dan jajaran Forkopimda Maluku di Bandara.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa memberikan apresiasi atas kunjungan Menag Nasaruddin yang berfokus pada transformasi pendidikan dan kerukunan umat beragama. Salah satu agenda utama dari kunjungan tersebut yakni peresmian alih bentuk IAIN Ambon menjadi UIN AM Sangadji serta peresmian Gedung Kuliah Terpadu.
Selain peresmian fisik, agenda di kampus UIN juga mencakup Launching Program Digitalisasi Arsip IAKN Ambon, Atraksi Seni Musik Kolaboratif Lintas Iman yang melibatkan mahasiswa UIN dan IAKN, Kuliah Umum Ekoteologi dan Kurikulum Cinta, serta aksi lingkungan penanaman pohon di area kampus.
Sebelum menuju kampus, Menteri dan rombongan juga berkesempatan melakukan kunjungan kerja ke Banda Naira menggunakan pesawat Cassa TNI-AL pada Jumat pagi.
Setelah melaksanakan Sholat Jumat di Masjid Raya Alfatah, Menag Nasaruddin juga melakukan pertemuan lintas tokoh agama se-Maluku di Aula Kanwil Kemenag Provinsi Maluku.
Kehadiran Nasaruddin dalam pertemuan itu disambut sebagai sumber inspirasi dan energi positif bagi para pembimbing serta penyuluh keagamaan di Maluku.
Gubernur Maluku dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku, Kasrul Selang menyampaikan, pentingnya komunikasi intensif untuk meminimalisir salah persepsi (misperception) antarumat beragama.
“Pemerintah Provinsi Maluku memberikan apresiasi terhadap pertemuan itu, sebagai wadah strategis untuk membangun rasa saling percaya dan merawat kedamaian demi stabilitas sosial daerah,” ungkap gubernur.
Dia menuturkan, budaya pela-gandong di Maluku menjadi modal sosial persaudaraan masyarakat Maluku. Ikatan pela-gandong adalah simbol kekerabatan yang punya nilai semangat hidup orang basudara sebagai fondasi kokoh dalam menjaga persaudaraan di tengah keberagaman suku dan agama.
“Tokoh agama dipandang sebagai pilar utama yang mampu menjadi penyejuk umat sekaligus teladan persaudaraan sejati bagi generasi muda,” ujarnya.
Gubernur berharap, pertemuan tersebut melahirkan pemikiran-pemikiran konstruktif untuk memperkokoh toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Maluku, mencegah potensi konflik sosial, menciptakan ekosistem pendidikan dan kehidupan beragama yang inklusif serta harmonis.
“Kami berharap kunjungan ini dapat memperkokoh posisi Maluku sebagai laboratorium perdamaian dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia,”ujarnya.
Usai mengikuti seluruh rangkaian kunjungan di Maluku, Menag Nasaruddin langsung bertolak ke Jakarta pagi tadi pukul 06.30 WIT. (RED)

