BULA, SPEKTRUM – Terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kecamatan Pulau Gorom Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Kelangkaan BBM menyebabkan terjadinya kenaikan harga fantastis. Kondisi ini diduga terjadi lantaran ada mafia BBM di dua SPBU Pulau Gorom yakni SPBU Ondor dan SPBU Dai Kecamatan Pulau Gorom.

Saat ini, harga BBM jenis Petralite naik Rp 12.000 hingga Rp 13.000 per liter. Kenaikan harga Petralite terjadi lantaran terkadi kelangkaan BBM di wilayah Pulau Gorom pasca lebaran idul Fitri beberapa waktu lalu.
Kelangkaan terjadi lantaran diduga ada penimbunan pada dua SPBU dimaksud yakni SPBU Ondor dan SPBU Dai di Kecamatan Pulau Gorom.

Dugaan ini muncul, setelah kapal pertamina yang memuat BBM bersubsidi nampak masih berlabuh di Pelabuhan Ondor namun naasnya Petralite saat itu alami kelangkaan.

Meski Presiden Jokowi telah menetapkan BBM satu harga di seluruh wilayah Indonesia, namun perintah Presiden ini tidak berlaku di Kecamatan Pulau Gorom Kabupaten SBT.

Di Kecamatan Pulau Gorom Kelangkaan BBM terjadi jelang lebaran idul fitri hingga sekarang. Sudah langkah, harga BBM pun ikut naik selangit di tingkat pengecer dimana harga per liter Petralite sebesar 13 ribu rupiah dengan dalih BBM langkah.

Bakero Tianotak seorang pembeli yang mengaku harga BBM sekarang naik, baginya semula harga Petralite ditingkat pengecer hanya Rp 10 ribu, namun akibat kelangkaan BBM yang terjadi kurang lebih seminggu itu membuat harga BBM naik seketika.

Sementara itu, seorang pengecer BBM jenis Petralite Yusuf La Ode Duba mengaku BBM jenis Petralite memang sulit ditemukan, karena BBM jenis ini belum di bongkar alias dijual oleh SPBU.

Terlihat di SPBU Desa Dai, BBM jenis Petralite dan Petramax ditimbun menggunakan Drum plastik berwarna biru yang dijejerkan di depan SPBU, nanti ketika ada pembeli barulah BBM tersebut dicurah dan diukur secara manual tanpa dispenser atau mesin pengukur BBM ke pembeli-pembeli itu.

Pada SPBU Dai dan Ondor harga Petralite semula 7.650 rupiah sesuai harga nasional, naik menjadi 8 ribu, begitupula pertamax yang berharga 12.650 rupiah naik menjadi 13 ribu rupiah dengan modus tidak adanya uang recehan.

Selain modus uang recehan, dugaan kuat juga terjadi penimbunan BBM jenis Petralite, dikarenakan ketika konsumen hendak membeli Petralite pada SPBU, pihak SPBU beralasan Petralite habis dan belum dibongkar. (HS -13)