SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Guna mendukung pengendalian dan pengaturan jasa transportasi khususnya di wilayah perairan Maluku, Kantor SAR Ambon menyiagakan personil, alat utama (alut), dan menggelar siaga SAR khusus angkutan lebaran 2026, Jumat (13/3/2026).

Personil itu disiagakan dalam rangka mengantisipasi lonjakan operasi SAR, khususnya kecelakaan mudik dan kondisi membahayakan manusia di tempat wisata.

Sebanyak 133 personil yang tersebar di unit siaga SAR SBT, unit siaga SAR Kepulauan Aru, pos SAR Saumlaki, pos SAR Tual, pos SAR Namlea, dan pos SAR Banda disiagakan dengan pergerakan-pergerakan ke tempat-tempat yang rawan terjadi bencana/musibah seperti tempat wisata, pelabuhan dan juga bandara.

Alut yang disiagakan berupa KN SAR Bharata, Rigit Inflatable Boat (RIB), Rigit Buoyancy Boat (RBB), Rescue Car, Rescue Truck, Drone Thermal, Peralatan Selam, Peralatan Emergency Kit (Medis), dan Peralatan Aqua Eye.

Dalam sambutan Kepala Basarnas RI yang dibacakan Kepala Kantor SAR Ambon Muhamad Arafah mengatakan, berdasarkan survey yang dilaksanakan oleh Badan Kebijakan Transportasi Kementrian Perhubungan diperkirakan pergerakan masyarakat pada periode Lebaran 2026 mengalami penurunan sebesar 1,75% dari 146,48 juta orang menjadi 143,91 juta orang jika dibandingkan tahun 2025.

Jumlah pergerakan masyarakat tersebut tetaplah besar, sehingga memerlukan antisipasi terhadap potensi Kedaruratan yang dapat terjadi. “Kemacetan di jalan raya, kecelakaan moda transportasi dan kecelakaan di tempat wisata, berpotensi besar terjadi di saat masyarakat merayakan libur lebaran,”ujar Muhammad Arfah.

Untuk itu, kesiapsiagaan sumber daya Basarnas maupun Sarana dan Prasarana, serta kolaborasi dan sinergi dengan instansi terkait dan masyarakat Potensi SAR, mutlak ditingkatkan.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu menganugerahkan kesehatan dan perlindungan kepada kita semua,”ungkapnya.

Arafah menyebut, pelaksanaan siaga SAR khusus dilaksanakan selama 18 hari, terhitung sejak tanggal 13 Maret hingga 30 Maret 2026. “Kami mengimbau masyarakat Maluku dan sekitarnya yang melakukan mudik menggunakan transportasi laut agar berhati-hati dan tetap mengutamakan keselamatan,”terangnya. (RED)