SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Kepedulian terhadap warga terdampak konflik Lisabata–Patahuwe diwujudkan Forum Peduli Seram Bagian Barat (SBB) melalui pendistribusian bantuan kemanusiaan tahap pertama.
Satu truk bantuan diberangkatkan dari Ambon, Rabu (16/9/2026), untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di Kecamatan Taniwel, Kabupaten SBB. Bantuan yang dilepas Owner Ujung JMP Cafe and Resto, Levinus Kariuw, bersama sejumlah tokoh SBB itu tidak hanya berisi sembako, tetapi juga peralatan dapur dan berbagai kebutuhan rumah tangga, termasuk barang pecah belah.
Pelepasan berlangsung di Kafe Ujung JMP, Ambon, sebagai bagian dari gerakan solidaritas untuk warga yang terdampak konflik sosial.
Koordinator Relawan Forum Peduli SBB, Elthon Ahiyate, mengatakan pengiriman tahap pertama merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak konflik dan membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Bantuan yang kita kumpulkan ini bukan hanya sembako. Ada beras, mie instan, minyak, gula, tetapi juga peralatan dapur dan barang-barang pecah belah yang dibutuhkan warga,” kata Elthon.
Menurut dia, bantuan tersebut dikumpulkan dari berbagai pihak dan sebelum diberangkatkan terlebih dahulu dilakukan pendataan berdasarkan jenis dan jumlahnya. Hal itu dilakukan untuk memastikan proses distribusi berjalan tertib dan transparan.
Berdasarkan rekap sementara per 16 September 2026, bantuan yang terkumpul terdiri atas uang tunai Rp7,6 juta, beras 1 ton ditambah 57 karung, mie/Sarimi/mie instan 200 karton, minyak 170 liter ditambah 4 karton minyak kelapa, gula pasir 118 kilogram, serta 60 buah peralatan dapur.
Elthon menjelaskan, keberagaman bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan warga terdampak. Menurutnya, dalam situasi pascakonflik, kebutuhan masyarakat tidak hanya terbatas pada bahan makanan.
“Karena itu kita tidak membatasi bantuan hanya pada bahan makanan. Ada kebutuhan rumah tangga yang juga penting, termasuk peralatan dapur dan barang pecah belah,” ujarnya.
Dalam proses pengumpulan dan pengelolaan bantuan, Jovandri Kalaimena turut terlibat dalam koordinasi relawan. Sementara Mario Kakisina menjalankan tugas sebagai Kepala Gudang untuk memastikan bantuan yang masuk ditata dan dipersiapkan sebelum diberangkatkan.
Adapun Abdul Gani Lekahena, selaku Kepala Bidang Administrasi dan Pencatatan Donasi Bantuan, bertugas melakukan pencatatan terhadap bantuan yang diterima berdasarkan jenis dan jumlahnya.
Elthon mengatakan keterlibatan berbagai pihak dalam bantuan tersebut menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Lisabata–Patahuwe yang sedang menghadapi situasi sulit.
Ia berharap bantuan tahap pertama yang diberangkatkan dari Ambon tersebut dapat segera diterima masyarakat yang membutuhkan.
“Ini bantuan tahap pertama. Kami berharap apa yang kita kirim hari ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak. Semangat kemanusiaan dan kepedulian seperti ini harus terus kita jaga,” katanya.
Forum Peduli SBB memastikan pendataan bantuan masih berjalan seiring dengan masuknya dukungan dari masyarakat dan berbagai pihak. Rekap bantuan tersebut masih bersifat sementara per 16 September 2026. (RED)

Tinggalkan Balasan