SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath resmi ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Maluku oleh Ketua Umum (Ketum) Surya Paloh.

Penunjukkan Vanath menggantikan Hamdani Laturua merupakan bagian dari penyegaran terhadap struktur partai di tingkat wilayah.

Vanath ditetapkan sebagai Ketua DPW NasDem Maluku sesuai Keputusan DPP Partai NasDem Nomor 1-Kpts/DPP-NasDem/V/2026 tentang Pengangkatan Ketua DPW NasDem Provinsi Maluku.

Penunjukan Vanath sebagai pimpinan wilayah Partai NasDem Maluku tidak hanya dinilai sebagai langkah strategis memperkuat konsolidasi menghadapi Pemilu saja, melainkan signal kuat yang mempertegas bahwa Abdullah Vanath siap merebut kursi Gubernur di Pilkada mendatang.

Pengamat politik, Edison Lapalelo menilai langkah DPP NasDem menunjuk Vanath merupakan kode politik yang sangat jelas.

“Ini sinyal positif yang mempertegas bahwa Abdullah Vanath sudah final maju sebagai calon gubernur di Pilgub mendatang,” ujar Lapalelo kepada SPEKTRUMONLINE.COM, kamis (7/5/2026).

Menurutnya, meski terlalu dini, namun konstelasi politik Maluku mulai terlihat semakin terang. Abdullah Vanath diprediksi akan menjadi lawan kuat bagi Hendrik Lewerissa pada Pilgub mendatang.

Terlebih, keduanya kini sama-sama memegang kendali partai besar di Maluku. Vanath dipercaya memimpin NasDem Maluku, sementara Hendrik Lewerissa masih tetap memimpin Gerindra Maluku.

Kondisi ini dinilai menjadi modal politik besar bagi kedua tokoh untuk bertarung, bukan sebagai kawan, namun sebagai lawan dalam merebut kursi orang nomor satu di Maluku.

Direktur Parameter Konsultindo itu menyebut peluang Vanath sangat terbuka, baik jika gubernur dipilih langsung oleh rakyat maupun melalui mekanisme politik di DPRD.

“Vanath punya komunikasi politik yang sangat kuat. Dia dekat dengan grassroots, kader partai, hingga tokoh-tokoh senior politik di Maluku. Itu menjadi kekuatan utama yang sulit ditandingi,”katanya.

Dia juga menilai gaya politik Abdullah Vanath yang dikenal taktis dan terukur membuatnya tidak bisa dipandang sebelah mata.

Dengan posisi strategis di pemerintahan dan kini memimpin NasDem Maluku, langkah politik Abdullah Vanath menuju Pilgub disebut semakin nyata dan sulit dibendung.

Lapalelo mengakui, politik itu dinamis, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Namun jika dipersentasekan dengan menjadi Ketua DPW NasDem Maluku saat ini, kemungkinan Vanath untuk tidak mencalonkan diri sebagai calon gubernur (Cagub) itu sangak kecil.

“Kalau dipersentasekan, peluang Abdullah Vanath tidak maju sebagai calon gubernur bahkan sangat kecil. Angka 10 persen saja mungkin terlalu besar,” tandas Lapalelo. (RED)