SPEKTTRUMONLINE, MASOHI – Temu jurnalis dan stakeholder di Maluku Tengah, Senin malam, 18/05/2025 digelar media online kabresijurnalis.com di pelataran Sianida Caffe, Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah. Giat itu dilakukan dalam rangka menyambut HUT Ke-4 media kabaresijurnalis.

Dengan mengusung tema “Sinergitas dan Kolaborasi Mengawal Demokrasi di Maluku Tengah” Kegiatan Temu Jurnalis dan Stakeholder diikuti stakeholder seperti, LSM Pukat Seram, LSM Mapikor, OKP, tokoh agama, aktivis, akademisi, serta insan pers media media cetak dan elektronik.

Ketua PWI Malteng Steward Toisuta saat membuka menegaskan bahwa, menjadi seorang jurnalis bukanlah pekerjaan yang mudah terutama dalam mengawal jalannya demokrasi.

“Pers dan jurnalis adalah tonggak utama di dalam pembangunan Bangsa dan Negara, melalui informasi Publik dan bukan seperti pemberitaan pada media sosial lainnya, yang kebanyakan memberitakan berita Hoaks di luar pemberitaan yang tidak dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya,”ungkapnya.

Toisuta juga menambahkan, tugas jurnalis bukan tugas yang ringan, melainkan membutuhkan dukungan dan kerjasama dari semua elemen, baik dari masyarakat sipil, akademisi, hingga para pemangku kebijakan, sebab pers adalah pilar utama di dalam berdemokrasi.

Dikatakannya, temu jurnalis ini menjadi ajang penting bagi para jurnalis untuk berbagi pengalaman pengetahuan dan pemikiran strategis, dengan para pemangku kepentingan.

“Untuk itu pentingnya membangun ruang dialog yang sehat antara jurnalis dan stakeholder untuk mengawal demokrasi di Maluku Tengah ini,” kata wartawan Siwalima itu.

Acara ini juga menjadi ajang diskusi terbuka tentang peran media dalam membangun daerah, tantangan kebebasan pers, serta upaya menjaga independensi jurnalisme, di tengah dinamika sosial politik yang terus berkembang serta mengawal demokrasi di Malteng.

Dalam diskusi yang berlangsung, aktivis anti korupsi sekaligus pemerhati pemerintahan dan pembangunan Fahri asyatri yang juga merupakan ketua LSM Pukat seram, menyoroti pentingnya transparansi dan partisipasi masyarakatdi dalam proses demokrasi dan pembangunan daerah, serta peran media sebagai pengawal kebijakan publik.

Turut memberikan pandangan akademis Wahid yaurwarin SH,MH akademisi dari Universitas Dr. Djarwatihellu, tokoh pemuda dan pemerhati sosial kemasyarakatan Ali Tuahan, juga turut memberikan pandangan terkait mengawal demokrasi di Malteng.

Kepala Dinas Infokom Malteng juga, memberikan pemaparan terkait upaya pemerintah dalam meningkatkan keterbukaan informasi publik serta kerjasama dengan media untuk membangun komunikasi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat.

“Kami berharap, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi yang konstruktif antara media dan stakeholder lokal, serta memperkuat literasi publik terhadap fungsi dan tanggung jawab pers,”harap Pimpinan media kabaresijurnalis.com, Yuslan Idris.

Pemerintah Maluku Tengah dan juga Propinsi Maluku, juga diminta memberikan perhatian khusus terhadap kaum Jurnalis di daerah ini karena jurnalis adalah tonggak utama dalam pembangunan Bangsa dan Negara.

“Dengan peran aktifnya, pers dapat menjadi kontrol sosial yang efektif, membantu meningkatkan transparansi, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah. Pers memiliki peran vital dalam membangun dan memajukan daerah melalui penyebaran informasi yang akurat, edukasi masyarakat, serta pengawasan terhadap kebijakan publik dan kegiatan pemerintahan.” Tutup Idris. (HS 10)