SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath (AV) menantang salah satu akademisi STIA Trinitas Ambon yang juga Pakar Kebijakan Punlik, Dr. Nataniel Elake, M.Si untuk debat terbuka.

Hal itu bermula dari pernyataan Nataniel Elake di status facebooknya yang menyinggung soal “pendeta meminta sumbangan” sebagaimana disampaikan wakil gubernur saat menghadiri salah satu kegiatan beberapa hari lalu.

Dalam unggahan facebook, Nataniel menyampaikan dalam dialeg Ambon “Wagub ee soal Pendeta itu jang obral dimuka umum bagitu katong malu. Dong itu pimpinan umat Kristen. Beta Minta maaf jua ee”.

Dalam unggahan tersebut, Nataniel bermaksud mengingatkan AV agar tidak perlu mengumbar pernyataan ke publik soal “beberapa pendeta yang meminta sumbangan”.

Merasa tersinggung atas pernyataan Nataniel, AV pun angkat bicara. Menurutnya, sebagai seorang terdidik, seharusnya Nataniel Elake tidak boleh menafsirkan pernyataanya secara berlebihan.

“Ini pesan buat bapak Doktor Nataniel. Bapak inikan orang yang berpendidikan, bapak tidak usah menafsirkan apa yang beta (saya) ucapkan itu secara berlebihan”ungkap AV.

Tak cukup disitu, AV pun menantang akademisi STIA Trinitas Ambon itu untuk debat terbuka. Debat terbuka itu sebagai ruang klarifikasi sekaligus uji argumen terkait pernyataannya yang telah beredar di masyarakat.

“Melalui teman-teman wartawan, beta (saya) undang bapak, katong (kita) dua berdebat di hadapan publik. Silahkan hubungi organisasi, wartawan, tampa dimana saja nanti beta yang bayar, yang penting bapak berani datang,”ujar AV.

Secara terpisah, tantangan wakil gubernur AV itu dinilai berlebihan. Bukan mendapat tanggapan balik dari Dr. Nataniel, Vanath justru ditantang dari pegiat sosial, M. Iksan Tualeka.

Direktur Indonesia Society Network (ISN) itu menilai, tantangan debat terbuka Wakil Gubernur Maluku kepada akademisi itu merupakan fenomena yang menarik, karena ada wakil kepala daerah menantang masyarakat sipil untuk debat secara terbuka atas kelalaian komunikasi yang disampaikan.

Dalam video yang diunggah di akun facebook, Iksan mengaku menunggu tanggapan balik Nataniel kepada AV. Namun karena tantangan AV telah disampaikan secara terbuka, maka masyarakat sipil boleh ikut mengambil bagian.

“Saya Iksan Tualeka mengajak bapak wakil gubernur Abullah Vanath untuk berdebat secara terbuka, boleh secara virtual maupun secara langsung, tempatnya disesuaikan. Dengan begitu, kita akan melihat argumentasi masing-masing terkait apa yang dipolemikkan,”pungkas Iksan.

Bagi masyarakat sipil, lanjut Iksan, pejabat publik harus bisa menjaga lisan, harus menjaga konteks dan konten komunikasinya. Sebabjika kemudian menuai kontroversi, bisa berpengaruh terhadap situasi yang kurang kondusif terhadap upaya membangun Maluku.

“Demikian apa yang perlu saya sampaikan. Pak Abdullah Vanath, saya tunggu jawaban bapak, kapan kita lakukan diskusi atau debat terbuka,” tandas Iksan. (RED)